- Nilai tukar Rupiah melemah hingga mencapai Rp17.956 per dolar AS pada awal Juni 2026 akibat tekanan faktor global.
- Pelemahan Rupiah yang berkepanjangan berpotensi memicu inflasi barang impor serta menurunkan daya beli masyarakat kelas menengah secara signifikan.
- Pemerintah dan Bank Indonesia perlu berkolaborasi menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat kepercayaan pasar demi mencegah devaluasi lebih lanjut.
Suara.com - Rupiah yang terus melemah memasuki awal bulan Juni memiliki risiko kekhawatiran yang harus diwaspadai. Adapun, mata uang Garuda sudah menyentuh level Rp17.956 dan mulai mendekati Rp18.000 per dolar AS.
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, mengatakan rupiah yang terus mendekati Rp18.000 per dolar AS perlu diwaspadai karena dapat memberikan tekanan cukup besar terhadap ekonomi domestik.
"Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi faktor global seperti penguatan dolar AS, suku bunga tinggi AS, dan ketegangan geopolitik, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal, arus modal, dan ketahanan ekonomi domestik," jelasnya saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/6/2026).
Kata dia, jika pelemahan rupiah berlangsung terlalu lama, dapat memperbesar tekanan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Hal ini bakal merugikan masyarakat kelas menengah.
Salah satu dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah potensi kenaikan harga barang. Terutama produk yang memiliki kandungan impor tinggi seperti pangan tertentu, obat-obatan, elektronik, BBM, hingga biaya transportasi dan logistik.
"Pelemahan rupiah juga meningkatkan biaya bahan baku industri sehingga berpotensi memicu imported inflation. Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, karena kenaikan harga sering kali lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan," jelasnya.
Untuk mencegah rupiah menembus Rp18.000, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar secara bersamaan.
BI perlu memperkuat stabilisasi nilai tukar dan menjaga daya tarik aset domestik, sementara pemerintah harus memperkuat kredibilitas fiskal, menjaga defisit tetap terkendali, dan mempercepat masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri.
"Di sisi lain, penguatan industri domestik dan pengurangan ketergantungan impor juga penting agar ekonomi Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global dan tekanan kurs," tandasnya.
Baca Juga: IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
Berita Terkait
-
Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840
-
Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat
-
Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Digitalisasi di Desa Pleret Bantul, Warga Bisa Urus Layanan Kalurahan Lewat HP dari Rumah
-
Moody's Beri Prospek Negatif, Fitch dan S&P Anggap Danantara 'Stabil': Ini Alasannya
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah