- Pemerintah menunjuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai pengendali ekspor komoditas SDA yang mulai berlaku penuh Januari 2027.
- Emiten kelapa sawit dan batu bara mendukung kebijakan tata kelola ekspor terintegrasi melalui fase transisi sejak Juni 2026.
- Perusahaan memastikan kebijakan tersebut tidak mengganggu operasional serta berpotensi meningkatkan efisiensi, transparansi, dan profitabilitas usaha ke depan.
Suara.com - Emiten industri kelapa sawit dan batu bara mulai bereaksi soal kebijakan ekspor satu pintu yang dikendalikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (Persero) atau DSI.
Direktur PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), Yuliana, mengatakan pada dasarnya perseroan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor SDA sebagaimana yang telah disosialisasikan kepada pelaku usaha.
"Perseroan tentunya akan memberikan dukungan atas rencana Pemerintah yang akan menerapkan kebijakan baru atas tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang," ujar Yuliana seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan tahapan implementasi yang dilakukan secara bertahap sehingga memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan penyesuaian administratif maupun operasional.
"Kebijakan tata kelola ekspor SDA strategis akan dilakukan secara bertahap yaitu tahapan transisi mulai 1 Juni 2026 - 31 Agustus 2026 dan diharapkan dapat diimplementasikan secara penuh mulai 1 Januari 2027," katanya.
Yuliana menjelaskan, selama masa transisi kegiatan ekspor batu bara masih menggunakan mekanisme yang berlaku saat ini. Namun, eksportir diwajibkan menyampaikan pemberitahuan kepada DSI sebagai BUMN ekspor yang mendapatkan penugasan dari pemerintah.
Sementara itu, mulai 1 Januari 2027 seluruh mekanisme penjualan ekspor batu bara perseroan akan dilakukan melalui PT DSI. Meski demikian, perusahaan memastikan perubahan tersebut tidak akan mengganggu aktivitas operasional maupun keberlanjutan usaha.
Sementara, Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk (MGRO), Usli mengatakan kebijakan tata kelola ekspor SDA merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sistem perdagangan komoditas nasional.
"Perseroan memandang kebijakan ini sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam, sehingga menciptakan tata kelola ekspor yang lebih tertib dan terintegrasi," katanya.
Baca Juga: Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
Usli menilai kehadiran aturan tersebut akan memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi dunia usaha sekaligus mendorong penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
Selain itu, MGRO menilai implementasi kebijakan tidak akan memberikan dampak material terhadap kelangsungan bisnis perusahaan. Sebaliknya, aturan baru tersebut dinilai berpotensi membuka peluang optimalisasi harga jual, memperluas akses ke pasar ekspor yang lebih berkualitas, dan menjaga likuiditas perusahaan.
"Terhadap laba usaha dan laba bersih, Perseroan menilai dapat memiliki peluang untuk meningkatkan margin usaha secara bertahap dan menjaga profitabilitas yang berkelanjutan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Warna Bedak Beige Cocok untuk Kulit Apa? Ini Cara Pilih Shade yang Benar Tanpa Test Tangan
-
Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah
-
Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun
-
Nasabah Keluhkan Reksa Dana Maybank Tidak Bisa Cair, Begini Penjelasan Perusahaan
-
45 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption dan Status WA
-
Naik Transportasi Umum: Langkah Kecil Menuju Green Transportation
-
Konsep TOD: Rahasia di Balik Stasiun yang Penuh Sesak tapi Tetap Manusiawi
-
Ikka: Thriller Netflix yang Menyoroti Keadilan dan Pengorbanan Keluarga!
-
Prabowo Usul Efisiensi Anggaran TNI-Polri, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Curhat Emosional Lionel Messi Usai Spanyol Kubur Mimpi Back-to-Back Argentina di Piala Dunia 2026