- Indeks Harga Saham Gabungan anjlok sebesar 3,48 persen ke level 5.734 pada perdagangan sesi pertama, Kamis, 4 Juni 2026.
- Analis Phintraco Sekuritas menyarankan investor ritel tetap tenang dan menerapkan strategi menahan diri saat kondisi pasar tidak pasti.
- Investor diimbau selektif memilih saham bernilai murah dengan pendekatan terukur guna menjaga modal selama fase penurunan pasar terjadi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang tengah berdarah-darah hingga perdagangan sesi I, Kamis, 4 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok 206 poin atau 3,48 persen ke level 5.734.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menuturkan dalam kondisi IHSG saat ini investor ritel harus cermat dalam membidik saham-saham.
Ia menyarankan, investor tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan investasi. Alrich menyebut, investor ritel bisa menunggu, sambil melihat peluang untuk menyalurkan dana ke saham tertentu.
"Kami menyarankan agar investor tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan saat ini. Wait and see juga merupakan strategi dalam market," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Alrich merasa percaya bahwa peluang IHSG rebound akan selalu ada. Namun, saat kondisi ketidakpastian yang masih tinggi, perlu pendekatan yang lebih selektif dan terukur.
Selain itu, lanjutnya, dalam fase pasar seperti saat ini, menjaga modal sama pentingnya dengan mencari keuntungan.
"Kesabaran dan disiplin menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan investasi/trading dibandingkan kecepatan dalam mengambil posisi," katanya.
Menurut dia, para investor biasanya mulai melihat melihat peluang untuk berinvestasi di saham-saham yang nilainya sudah di bawah. Karena, dalam fase tren penurunan ini, Alrich melihat akan ada saham-saham uang terlalu murah atau undervalue.
"Tetap tenang, tetap objektif, dan pastikan setiap keputusan investasi/trading didasarkan pada strategi yang matang," imbuhnya.
Baca Juga: Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk
-
Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500
-
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar
-
Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi
-
Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar
-
3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP
-
Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus
-
Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak
-
Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya
-
Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia