Bisnis / Keuangan
Kamis, 04 Juni 2026 | 11:45 WIB
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan merosot 3,18 persen ke level 5.751 pada perdagangan hari Kamis, 4 Juni 2026.
  • Analis Phintraco Sekuritas menyatakan IHSG gagal bertahan di level support 5.750 sehingga tren pelemahan terus berlanjut.
  • IHSG diproyeksikan berpotensi menuju level terendah di angka 5.500 karena belum menunjukkan peluang untuk melakukan rebound.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bisa menuju level terburuk pada perdagangan, Kamis, 4 Juni 2026.

Berdasarkan data Stokbit hingga pukul 11.34 WIB, IHSG merosot 3,18 persen ke level 5.751. Adapun indeks juga sempat ke level terendah 5.644.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menuturkan secara teknikan IHSG tidak berhasil bertahan di level support 5.750. Sehingga, tren pelemahan akan terus berlanjut.

Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

"Gagal membentuk base di support target 5.750," ujarnya dalam risetnya seperti dikutip, Kamis (4/6/2026).

Alrich menilai, jika IHSG terus di bawah level 5.750, maka bisa menuju ke level paling rendah yaitu 5.500.

Ia menuturkan, IHS juga, akan sulit berbalik melonjak atau rebound, jika masih dalam masa titik terendah.

"Selama IHSG masih konsisten membentuk lower low dengan black marubozu, belum terdapat peluang rebound," katanya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Baca Juga: IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Load More