- Fakultas Teknik UGM merenovasi Masjid Al-Mustadam pada 2019 karena kapasitas lama tidak mampu menampung seluruh jamaah kampus.
- Renovasi masjid tiga lantai didanai penuh oleh sumbangan jamaah, alumni, dan pihak CSR perusahaan.
- Kini masjid memiliki kapasitas 3.000 jamaah serta menyediakan fasilitas pendukung bagi mahasiswa untuk belajar dan berdiskusi bersama.
Suara.com - Di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berdiri sebuah masjid megah bernama Masjid Al-Mustadam. Bangunannya mencuri perhatian dengan desain modern tiga lantai, dinding berlubang untuk sirkulasi angin alami, hingga area terbuka yang dimanfaatkan mahasiswa untuk berbagai aktivitas.
Namun, Masjid Al-Mustadam dahulu tidak semegah sekarang. Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Sugeng Sapto Surjono, bercerita bahwa awalnya tempat ibadah tersebut hanya berupa Musala Teknik yang dibangun pada 1999.
Seiring waktu, musala sempat direnovasi secara bertahap. Meski begitu, kapasitasnya masih terbatas dan hanya mampu menampung sekitar 700 jamaah.
Padahal, kebutuhan tempat ibadah di lingkungan Fakultas Teknik cukup tinggi. Ketika Salat Jumat misalnya, jamaah sampai harus menggelar tikar hingga ke jalan karena area masjid tidak lagi mampu menampung.
Kondisi itu membuat Fakultas Teknik UGM memutuskan melakukan renovasi besar pada 2019 demi memberikan kenyamanan beribadah bagi warga kampus.
"Karena dulu itu waktu Jumatan terutama ya, pasti keluar-keluar sampai di luar. Pasti sampai di jalan dan sebagainya," kata Sugeng kepada Suara.com.
"Sehingga kami merasa untuk memperluas dan meningkatkan masjid. Oleh karena itu yang kami lakukan renovasi," imbuhnya.
Dalam merenovasi, guru besar di bidang ilmu Sedimentologi dan Stratigrafi itu menjelaskan bahwa 100 persen dana berasal dari donasi jamaah, sumbangan alumni, hingga corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Salah satunya adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Dana dukungan tersebut turut membantu pengembangan masjid hingga kini berdiri tiga lantai dengan kapasitas hampir 3.000 jamaah.
Baca Juga: Dapatkan Cashback Rp100 Ribu di Gyu-Kaku! Ini Cara Dapat Promonya Pakai BRImo
"Masjid yang kami bangun di fakultas ini memang dananya 100 persen, istilahnya dari dana bantuan tidak mengikat. Dari alumni, jamaah, bahkan dari beberapaCSR corporate dan sebagainya," ujar Sugeng.
"Salah satunya itu kami waktu juga mengajukan beberapa proposal pendaan, salah satunya ke BRI. Intinya seperti itu. Kebetulan waktu itu menghubungi salah satu direktur di Jakarta, sehingga prosesnya berlanjut dan kemudian disetujui," lanjut pria yang meraih gelar doktor di Universitas Kebangsaan Malaysia itu.
"Pada waktu itu, modelnya itu kan kalau tidak salah, pemberian terus kami wujudkan menjadi barang. Salah satunya untuk keramik. Kalau wujudnya, semula itu dua lantai kapasitas hanya sekitar 700-an, sekarang diperlebar dan dinaikkan menjadi tiga lantai. Luasnya juga bertambah, sehingga sekarang daya tampungnya hampir 3.000," tambahnya.
Sugeng turut mengatakan bahwa dukungan yang diberikan BRI terbilang besar. Dalam keterangan UGM pada 18 Maret 2021, BRI memberikan dukungan dana sekitar Rp1,3 miliar.
Sebagai penghargaan, Fakultas Teknik UGM memasang logo BRI di bangunan depan masjid bersama donatur-donatur lainnya.
"Jadi, memang BRI itu menjadi salah satu donatur yang cukup besar, sehingga kami juga memasang sebagai penghargaan, di depan, kami tulis logo-logo donatur yang memberikan donasinya," terang Sugeng.
Berita Terkait
-
Dapatkan Cashback Rp100 Ribu di Gyu-Kaku! Ini Cara Dapat Promonya Pakai BRImo
-
Promo di Crepe O Butter, Bayar Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback Rp50 Ribu!
-
Miliki Properti dengan Cicilan Murah, Ada Promo Spesial BRI KPR Solusi Sebelum Juni 2026
-
Cara Daftar BRImo dari Luar Negeri: Cepat, Mudah, Tanpa Perlu Pulang ke Indonesia!
-
Borneo FC Gagal Menang di Markas Persijap, Fabio Lefundes: Peluang Juara Belum Berakhir
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea