- Kementerian ESDM mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah dengan mengoptimalkan produksi minyak bumi dalam negeri untuk menekan impor.
- Pemerintah menerapkan teknik fracking di wilayah kerja Rokan untuk meningkatkan produksi minyak melalui pengembangan teknologi pengeboran unconventional.
- SKK Migas menargetkan regulasi selesai akhir Juni agar implementasi peningkatan produksi minyak dapat dimulai sejak awal Juli mendatang.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengantisipasi dampak pelemahan rupiah dengan mengoptimalkan produksi minyak dalam negeri guna menekan impor. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan penerapan teknik fracking dalam produksi minyak mentah di Tanah Air.
Sebagaimana diketahui nilai tukar rupiah terus melemah. Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), mata uang Garuda berada di posisi Rp18.018 per dolar AS. Pelemahan tersebut berpotensi membebani subsidi energi nasional, karena sebagian besar BBM Indonesia diimpor menggunakan dolar dari luar negeri.
"Kita kan berusaha untuk meningkatkan produksi dalam negeri," kata Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (5/6/2026).
Upaya meningkatkan produksi minyak dalam negeri dilakukan dengan teknik unconventional, yakni menggunakan teknologi tinggi dan mahal seperti fracking (perekahan hidrolik) atau pengeboran horizontal. Adapun teknik tersebut saat ini memungkinkan di wilayah kerja Rokan.
"Jadi untuk unconventional ini, yang wilayah kerja yang paling memungkinkan saat ini adalah wilayah Rokan. Jadi sudah ada kajian awal yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan untuk pengembangan unconventional ini," kata Yuliot.
Disebutnya sejumlah perusahaan sudah menawarkan teknik tersebut dan telah dipertemukan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
"SKK Migas itu minta kalau bisa akhir Juni ini, sudah bisa diselesaikan kerangka regulasinya dan juga bisa diimplementasikan pada awal Juli. Jadi ini kita lagi berkejaran dengan waktu," katanya.
Dengan mengoptimalkan produksi dalam negeri, diharapkan dapat menekan ketergantungan impor minyak. Sehingga saat rupiah melemah tidak berdampak terhadap anggaran subsidi energi.
"Jadi kalau ini tingkat produksi dalam negeri terjadi peningkatan, berarti kita juga akan mengurangi impor, dan juga tidak terpengaruh terhadap perubahan atau fluktuasi mata uang," kata Yuliot.
Baca Juga: Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
Berita Terkait
-
Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Nadiem Makarim: Profesional Muda Kini Takut Jadi Korban Kriminalisasi Berikutnya
-
Pakar Hukum Kompak Sebut Kerry Riza Seharusnya Divonis Bebas: Unsur Pidana Tak Terbukti
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
NASI Bidik Balik Untung di 2026, Pasang Target Penjualan Rp66 Miliar
-
Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen
-
Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 180,4 Triliun per 31 Mei 2026, 0,70% dari PDB
-
Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia
-
Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha
-
IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor
-
3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh
-
Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?
-
Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia