- Rupiah menguat tipis ke level Rp18.036 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat sore, 5 Juni 2026.
- Penguatan nilai tukar rupiah terjadi akibat intervensi agresif Bank Indonesia dan koreksi pada indeks dolar AS.
- Tren penguatan rupiah bersifat sementara karena sentimen investor pasar domestik masih melemah meski mata uang Asia menguat.
Suara.com - Penutupan perdagangan rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada Jumat sore (5/6/2026). Namun, penguatan ini masih belum membuat mata uang Garuda turun ke level Rp17.000.
Mengacu pada data kompilasi pasar spot Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp18.036 per dolar AS. Catatan ini merefleksikan kenaikan tipis sebesar 13 poin atau setara 0,07 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan hari sebelumnya yang sempat tertahan di level Rp18.049 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penyebab nilai tukar rupiah menguat tipis dikarenakan Bank Indonesia (BI) mulai intervensi di pasar keuangan. Ditambah, dolar AS juga mengalami pelemahan.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS oleh intervensi agresif BI, indeks dolar AS sendiri juga sedikit terkoreksi, namun sell of di pasar ekuitas domestik masih berlanjut, mencerminkan sentimen investor yang umumnya masih lemah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan penguatan ini hanya bersifat sementara. Apalagi, banyak masyarakat yang mulai menjual dolar AS dikarenakan masih level Rp18.000 per dolar AS.
"Masih terlalu dini untuk mengharapkan rupiah terus menguat, secara sentimen masih belum pulih. Saya kira,tidak bijaksana untuk berspekulasi dolar, sehingga tentunya lebih baik bagi investor yang tidak membutuhkannya bisa menjual di level sekarang," jelasnya.
Rupiah menguat juga diikuti beberapa mata uang Asia lainnya. Salah satunya, rupee India mencatat penguatan terbesar yakni 0,50 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,21 persen. Diikuti dolar Singapura naik 0,06 persen, yen Jepang naik 0,04 persen, baht Thailand naik 0,03 persen. Lalu, yuan China naik 0,02 persen dan dolar Hong Kong yang naik 0,006 persen.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Won Korea melemah 0,55 persen, ringgit Malaysia melemah 0,48% dan dolar Taiwan melemah 0,09 persen. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,26, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,41
Berita Terkait
-
72 Jam Penuh Guncangan di Indonesia: Rupiah Anjlok hingga Skandal Korupsi Pejabat Negara
-
Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia
-
Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi
-
Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini
-
Hadapi Volatilitas Rupiah, Trader Pemula Disarankan Berlatih Melalui Akun Demo Terlebih Dahulu
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis
-
Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis
-
Telkom Hadirkan Forum Kedaulatan Digital Nasional, Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri
-
Skema Gross Split Sektor Tambang Dikaji, Wamen ESDM: Ditentukan Sidang Kabinet
-
Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah
-
NASI Bidik Balik Untung di 2026, Pasang Target Penjualan Rp66 Miliar
-
Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen
-
Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 180,4 Triliun per 31 Mei 2026, 0,70% dari PDB
-
Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia