- Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Hari Karyuliarto 4,5 tahun dan Yenni Andayani 3,5 tahun penjara pada Senin (4/5/2026).
- Keduanya dinyatakan bersalah melakukan korupsi pengadaan Liquified Natural Gas yang mengakibatkan kerugian negara sebesar 113 juta dolar Amerika Serikat.
- Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK, namun kedua terdakwa tetap diwajibkan membayar denda sebesar 200 juta rupiah.
Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 4,5 tahun penjara kepada Mantan Direktur Gas PT Pertamina Hari Karyuliarto.
Selain itu, majelis hakim juga memberikan vonis berupa hukuman 3,5 tahun kepada mantan VP Strategic Planning Business Development Direktorat Gas Pertamina Yenni Andayani.
Keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan terkait pengadaan Liquified Natural Gas (LNG) atau gas alam cair di Pertamina.
"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa I Hari Karyuliarto dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, dan terdakwa II Yenni Andayani dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan dan pidana denda masing-masing sejumlah Rp200 juta," kata hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
"Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara pengganti denda masing-masing selama 80 hari," lanjut dia.
Dalam pertimbangannya, hakim menyebut para terdakwa dinilai tidak membantu program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Pertimbangan tersebut menjadi hal memberatkan dalam menjatuhkan vonis.
Kemudian untuk keadaan yang meringankan, para terdakwa masing-masing telah berusia di atas 60 tahun dan para terdakwa belum pernah dihukum.
Jika dibandingkan, vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hari diketahui dituntut 6,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan, sedangkan Yenny 5,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.
Baca Juga: Sidang Korupsi Sertifikasi K3 Kemnaker Ditunda, Terdakwa Minta Waktu Pelajari BAP
Dalam dakwaannya, JPU menyebut kedua terdakwa merugikan negara 113 juta dolar Amerika Serikat dalam kasus korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair.
Menurut jaksa, angka kerugian itu didasari pada laporan hasil pemeriksaan investigatif BPK RI. Jaksa juga menyebut pembelian gas itu dilakukan dengan alasan stok gas dalam negeri terbatas sehingga Pertamina perlu membeli gas dari Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma
-
IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor