- Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewo menepis sentimen negatif 'sell Indonesia' karena fundamental ekonomi nasional masih kokoh.
- Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, memperingatkan bahwa sentimen negatif dapat memicu kepanikan dan penarikan modal besar-besaran.
- OJK mengimbau investor tetap rasional, sementara CORE mendesak pemerintah melakukan komunikasi kebijakan yang lebih efektif dan transparan.
Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewo, memberikan respons langsung mengenai meluasnya slogan negatif 'sell Indonesia' yang tengah menjadi sorotan media ekonomi internasional.
Tagline tersebut mencuat ke permukaan seiring dengan terjadinya tekanan koreksi yang cukup dalam pada nilai tukar rupiah serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara bersamaan.
Menurut Friderica, kampanye negatif tersebut sama sekali tidak memiliki pijakan argumen yang valid lantaran indikator fundamental perekonomian nasional saat ini masih berada dalam kondisi yang kokoh.
"Kita sendiri yang tinggal di Indonesia ya, kita lihat juga bagaimana Indonesia ini secara fundamental kan sebetulnya kita lihat baik ya, juga hal-hal lain," jelas Friderica di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Friderica mengimbau agar para pelaku pasar modal dan masyarakat luas tidak mudah terhasut oleh provokasi tersebut. Aksi panik massal dinilai hanya akan merugikan portofolio keuangan investor domestik sendiri, sekaligus menguntungkan pihak-punya modal spekulatif yang tidak bertanggung jawab.
"Jadi kalau menurut saya, kalau ada ajakan-ajakan seperti itu, jangan telan mentah-mentah, karena kita tidak tahu ya, kadang-kadang orang udah banyak loh, misalnya sel (sell), ternyata dia di belakang melakukan hal yang sebaliknya dan seterusnya, atau orang rekomendasi sesuatu, ternyata sebaliknya gitu," paparnya.
Ia meminta para investor mengedepankan rasionalitas dan melihat situasi pasar dengan kepala dingin sebagai wujud andil bersama dalam menjaga stabilitas stabilitas iklim investasi dalam negeri.
"Jadi kita harus lebih rasional lah untuk segala ajakan-ajakan seperti itu ya. Kita sayang lah sama Indonesia, kita cintai negara kita gitu, dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih gitu ya. Jadi satu bentuk kita mencintai negara kita, sama-sama kita menjagalah situasi saat ini," ujar dia.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, memaparkan analisisnya bahwa pasar ekuitas memiliki tingkat sensitivitas yang teramat tinggi terhadap pergeseran opini publik serta jaminan stabilitas regulasi.
Baca Juga: Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
"Karakteristik dari pasar saham itu memang sering kali sentimen, faktor sentimen itu mempengaruhi jual beli. Sehingga kalau ada sentimen yang negatif terhadap Indonesia itu sering kali mempengaruhi kinerja saham," urai Faisal.
Faisal mengingatkan bahwa ketika sebuah sentimen buruk telanjur menguasai psikologi kolektif pasar, hal tersebut dapat memicu kepanikan berupa penarikan modal besar-besaran secara seketika (capital outflow).
Dampak lanjutannya akan langsung mengoreksi performa bursa domestik secara agregat, meskipun pada saat yang sama data makroekonomi riil yang dirilis pemerintah sebenarnya berada dalam kondisi yang relatif aman.
Guna memitigasi risiko sistemik yang lebih masif di sektor finansial, CORE Indonesia mendesak otoritas eksekutif untuk segera meluncurkan respons yang cepat, terukur, dan kredibel. Pemerintah diimbau tidak mengabaikan poin-poin yang menjadi keberatan para pemilik modal.
Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa menjaga kesehatan indikator ekonomi di atas kertas saja tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan strategi komunikasi kebijakan yang efektif dan transparan ke ruang publik.
Istilah 'sell Indonesia' sendiri merepresentasikan sikap para pengelola dana global yang memilih untuk melepas atau mengurangi porsi kepemilikan aset mereka di Indonesia—baik saham, obligasi, maupun rupiah—dan mengalokasikannya ke negara Asia lain yang dianggap lebih aman.
Salah satu figur yang menyuarakan sentimen ini adalah George Boubouras, kepala riset hedge fund K2 Asset Management.
“Saya tidak memiliki eksposur sama sekali terhadap Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan,” ucap Boubouras sebagaimana dikutip dari laporan The Straits Times dan Bloomberg dalam artikel berjudul “‘Sell Indonesia’ sweeps trading desks as Prabowo tightens grip” yang terbit pada 5 Juni 2026.
Berita Terkait
-
OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor
-
Benarkah Rumor Reshuffle Menkeu Purbaya Buat IHSG dan Rupiah Kompak Rebound?
-
IHSG Terlalu Perkasa Hari Ini Naik 7%, Saham BBCA dan BBRI Jadi Buruan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Cari HP Rp5 Jutaan? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Kamera
-
5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
-
Tantangan Menjaga Cita Rasa Autentik di Tengah Maraknya Tren Fusion Food
-
Ada Film Jaemin dan Jeno NCT, Intip 5 Film Terbaru Akhir Pekan di Bioskop!
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
Pundi-pundi Uang di Piala Presiden 2026, 24 Ribu Tiket Ludes Terjual di Laga Pembuka
-
Pendidikan Masa Depan Butuh Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik, Ini Alasannya
-
Sunscreen Tanpa White Cast Apa Saja? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal untuk Wajah Mulus
-
Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa
-
3 Cara Mengecek Smartwatch Anti Air, Teliti Sebelum Beli