Bisnis / Makro
Selasa, 09 Juni 2026 | 18:01 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewo membantah isu negatif sentimen "sell Indonesia" di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
  • Friderica menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh sehingga seruan untuk menjual aset investasi tidak memiliki dasar valid.
  • Masyarakat dan investor diimbau tetap rasional agar tidak terjebak provokasi yang berpotensi merugikan portofolio keuangan pribadi mereka sendiri.

Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewo, memberikan tanggapan langsung terkait mencuatnya narasi negatif berupa sentimen 'sell Indonesia' yang belakangan disorot oleh sejumlah media internasional.

Isu boikot investasi ini mencuat ke permukaan seiring dengan terjadinya tekanan koreksi yang cukup dalam pada nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara bersamaan.

Menurut Friderica, slogan atau seruan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar argumen yang valid. Ia menegaskan bahwa indikator fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang kokoh.

"Kita sendiri yang tinggal di Indonesia ya, kita lihat juga bagaimana Indonesia ini secara fundamental kan sebetulnya kita lihat baik ya, juga hal-hal lain," jelas Friderica kepada wartawan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Srikandi yang memimpin otoritas pengawas sektor keuangan ini mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku pasar modal, agar tidak mudah terhasut oleh provokasi slogan 'sell Indonesia'.

Friderica mengingatkan bahwa aksi panik akibat rumor massal tersebut justru berpotensi merugikan portofolio keuangan masyarakat sendiri, sembari mendatangkan keuntungan sepihak bagi oknum atau entitas spekulan yang tidak bertanggung jawab.

"Jadi kalau menurut saya, kalau ada ajakan-ajakan seperti itu, jangan telan mentah-mentah, karena kita tidak tahu ya, kadang-kadang orang udah banyak loh, misalnya sel (sell), ternyata dia di belakang melakukan hal yang sebaliknya dan seterusnya, atau orang rekomendasi sesuatu, ternyata sebaliknya gitu," paparnya.

Friderica meminta para investor lokal dan masyarakat umum untuk mengedepankan logika rasional dalam menyikapi dinamika fluktuasi pasar modal saat ini.

Kedewasaan finansial sangat diperlukan agar tidak terjebak dalam pusaran isu tanpa landasan data konkret yang hanya memicu kerugian komersial personal.

Baca Juga: RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun

"Jadi kita harus lebih rasional lah untuk segala ajakan-ajakan seperti itu ya. Kita sayang lah sama Indonesia, kita cintai negara kita gitu, dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih gitu ya. Jadi satu bentuk kita mencintai negara kita, sama-sama kita menjagalah situasi saat ini," pungkas Friderica

Load More