- RUPS PT Aneka Tambang Tbk di Jakarta menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp5 triliun.
- Antam mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 98 persen menjadi Rp7,2 triliun sepanjang tahun fiskal 2025.
- Perusahaan menargetkan operasional ekspansif pada 2026 melalui pemenuhan kuota penambangan nikel dan peningkatan volume penjualan emas.
Suara.com - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang digelar di Jakarta secara resmi menyetujui rencana korporasi untuk membagikan total dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp5 triliun.
Melalui keputusan tersebut, Antam menetapkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 70 persen untuk tahun buku 2025.
Persentase ini mencatatkan penurunan jika dikomparasikan dengan rasio pembayaran tahun buku 2024 yang saat itu menyentuh level maksimal 100 persen.
"Jumlah tersebut mengindikasikan dividen Rp 210/saham dan yield dividen sekitar 7,2% – berdasarkan harga saham ANTM pada intraday Rabu (10/6) di level Rp 2.930," tulis laporan Stockbit, Rabu (10/6/2026).
Hingga saat ini, jajaran manajemen emiten anggota holding BUMN pertambangan tersebut belum mengumumkan secara mendetail mengenai jadwal cum date serta tanggal pasti realisasi pencairan dividen ke rekening investor.
Di sisi lain, pergerakan saham ANTM di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari yang sama ditutup merosot sebesar 4,5 persen ke posisi Rp2.750 per lembar saham.
Kendati pergerakan saham harian mengalami koreksi teknis, sejumlah analis memproyeksikan target operasional ANTM untuk periode tahun berjalan 2026 akan jauh lebih jelas, terukur, serta ekspansif.
Perusahaan tercatat telah mengamankan kuota penambangan bijih nikel secara penuh sebesar 18,1 juta wet metric ton (wmt). Bersamaan dengan itu, manajemen juga bersiap memacu volume penjualan emas batangan untuk menyamai rekor tertinggi tahun 2024 yang mampu menembus angka 1,4 juta ons (oz).
"Itu memberikan visibilitas yang kuat terhadap pendapatan ANTM tahun ini," tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam ulasan pasarnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
Atas dasar pertimbangan tersebut, Kiwoom Sekuritas menegaskan kembali rekomendasi beli (buy) untuk saham ANTM dengan mematok target harga jangka panjang pada level Rp4.800 per lembar saham.
Formula perhitungan target harga ini menggunakan pendekatan metode valuasi gabungan (blended valuation), yang terdiri atas porsi 60 persen discounted cash flow (DCF) dan 40 persen enterprise value terhadap EBITDA (EV/EBITDA).
Tingkat valuasi emiten berbasis nikel dan emas ini dinilai masih sangat prospektif, tecermin dari proyeksi rasio harga terhadap laba (Price to Earnings/PE ratio) tahun 2026 sebesar 12,9 kali, serta rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value/PBV) yang mencapai 2,9 kali.
Valuasi tersebut dinilai wajar dan menarik karena ditopang oleh estimasi pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) yang kokoh di level 22,6 persen.
Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap mencermati sejumlah risiko utama yang membayangi operasional perseroan, seperti potensi gangguan rantai pasok, lonjakan biaya bahan bakar armada komersial, serta fluktuasi harga emas dunia.
Lonjakan Laba Bersih 2025 Capai 98 Persen
Berita Terkait
-
Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.733.000 per Gram
-
1 Gram Emas Hari Ini Harganya Berapa? Ini Update 9 Juni 2026
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter