Bisnis / Keuangan
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:10 WIB
ARSIP-Nilai tukar rupiah melemah lagi. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp17.988 per dolar AS pada perdagangan Kamis akibat tekanan sentimen eksternal global.
  • Konflik geopolitik di Timur Tengah dan aksi jual investor asing memicu penguatan dolar AS secara signifikan saat ini.
  • Kondisi ekonomi domestik yang lesu akibat kontraksi penjualan ritel turut menekan performa mata uang rupiah secara berkelanjutan.

Sebagai catatan, guna membentengi nilai tukar dari kejatuhan yang lebih dalam, BI sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin sejak bulan Mei lalu.

Perry menegaskan bahwa kebijakan moneter ke depan akan diambil secara hati-hati dengan sangat bergantung pada dinamika data ekonomi teranyar serta stabilitas pasar keuangan.

Dilihat dari rekam jejak historisnya, nilai tukar rupiah sempat mencatatkan penurunan paling dalam sepanjang sejarah dengan parkir di level Rp18.049 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 lalu.

Pada sesi perdagangan harian di pekan lalu tersebut, fluktuasi pergerakan harian (intraday) rupiah bahkan sempat menembus titik terendahnya di koridor Rp18.029 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Load More