Bisnis / Keuangan
Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB
Ilustrasi pasar modal. [Antara]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai pada Selasa (16/6/2026) untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
  • Harga minyak dunia turun tajam hingga 4,8 persen karena pelaku pasar merespons positif pemulihan pasokan energi global tersebut.
  • Pasar saham global, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, melonjak signifikan dipicu oleh optimisme pemulihan ekonomi dan penurunan tekanan inflasi.

Suara.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada hari ini, Selasa (16/6/2026). Sedangkan, pasar saham global menguat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. 

Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai mampu mengurangi gangguan pasokan energi global dan meredakan ketidakpastian ekonomi dunia. 

Perkembangan harga minyak dunia, perdamaian AS-Iran, dan Selat Hormuz menjadi perhatian utama investor pada awal pekan ini.

Dilansir NBC News, harga minyak mentah AS ditutup turun sebesar 4,8 persen menjadi US$80,75 per barel. 

Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional melemah 4,7 persen ke level 83,17 dolar AS per barel. 

Harga penutupan kedua kontrak tersebut menjadi yang terendah sejak pekan pertama Maret 2026, hanya beberapa hari setelah pecahnya perang dengan Iran. 

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah. [Istimewa]

Penurunan juga terjadi pada harga minyak pemanas yang menjadi indikator bahan bakar pesawat, yang terkoreksi lebih dari 3,5 persen, sedangkan harga bensin grosir turun lebih dari 2,5 persen. 

Kondisi ini memperkuat sentimen positif terhadap prospek pasar energi global dan harga minyak dunia.

Sebelum pengumuman resmi kesepakatan, harga minyak sebenarnya telah turun lebih dari enam persen dalam sepekan terakhir karena pasar mulai mengantisipasi adanya penyelesaian konflik. Di sisi lain, pasar saham di berbagai negara merespons positif kabar tersebut.

Baca Juga: Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Indeks Stoxx 600 Eropa sempat menyentuh rekor tertinggi baru setelah menguat hampir satu persen, meskipun akhirnya ditutup relatif datar. 

Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 melonjak 1,6 persen, Nasdaq Composite naik tiga persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 470 poin dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru.

Saham-saham sektor perjalanan menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar. Investor menilai meredanya konflik di Timur Tengah dapat mendukung pemulihan aktivitas transportasi dan pariwisata. 

Selain itu, saham teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) juga mencatat kenaikan karena pasar berharap tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi akan berkurang.

Meski demikian, harga minyak masih berada sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan awal tahun. 

Harga bensin eceran juga tetap tinggi dengan rata-rata mencapai 4,07 dolar AS per galon atau sekitar 36 persen lebih tinggi dibandingkan posisi pada 28 Februari 2026.

Load More