- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada Senin, 6 Juli 2026, mencapai level 5.930 dengan kenaikan 0,94 persen.
- Aktivitas perdagangan mencatat transaksi sebesar Rp989,83 miliar dengan mayoritas saham bergerak menghijau sebanyak 378 emiten di pasar.
- Analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguat ke level 6.000 namun tetap perlu mewaspadai adanya risiko koreksi pasar selanjutnya.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak menghijau pada awal perdagangan, Senin, 6 Juli 2026. IHSG dibuka ke level 5.893.
Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.07 WIB, IHSG masih melesat 0,94 persen ke level 5.930.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,07 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 989,83 miliar serta frekuensi sebesar 153.790 kali.
Di waktu itu, terdapat 378 saham menghijau, sedangkan, 139 saham merosot. Sisanya, 442 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- ASPI
- ASHA
- YUPI
- ESTA
- DEPO
Top Loser
- DLTA
- LSIP
- ECII
- PLAN
- KDTN
Proyeksi IHSG
Pergerakan IHSG diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan.
Baca Juga: IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut
Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi mengingat tekanan jual masih membayangi pergerakan indeks.
Tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area 5.900 hingga 6.000 pada perdagangan pekan depan.
"Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10. Indikator MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross, sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.900-6.000 pada pekan depan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya yang dikutip, Minggu (5/7/2026).
Meski demikian, pandangan berbeda disampaikan analis MNC Sekuritas. Berdasarkan analisis Elliott Wave, penguatan IHSG dinilai masih belum sepenuhnya aman karena terdapat peluang indeks kembali terkoreksi sebelum melanjutkan tren naik.
Dalam risetnya disebutkan, IHSG menguat 2,28 persen ke level 5.875 dengan didominasi volume pembelian. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
Sementara itu, pada grafik mingguan IHSG masih mencatat pelemahan 0,35 persen dan didominasi tekanan jual. Dalam kondisi tersebut, indeks masih berpotensi mengalami koreksi menuju area 5.472 hingga 5.540.
Untuk perdagangan selanjutnya, MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di 5.486 dan 5.317, sedangkan level resistance berada di 6.007 dan 6.286.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli
-
IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut
-
RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut
-
Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK
-
Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!
-
Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN