- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang menguji coba penggunaan tabung CNG tiga kilogram untuk kebutuhan rumah tangga di Jakarta.
- Pemerintah menargetkan implementasi CNG pada Juli 2026 guna menggantikan LPG serta meningkatkan efisiensi subsidi energi negara.
- Penggunaan CNG diproyeksikan menghemat subsidi hingga Rp30 triliun karena harga jualnya lebih murah dibandingkan LPG subsidi.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan penggunaan Natural Gas (CNG) sangat berbeda dengan LPG 3 kg. Ia mewanti-wanti masyarakat agar hati-hati menggunakan CNG
Bahlil menyebut bahwa uji coba CNG dalam tabung 3 kilogram sudah masuk tahap ketiga. Jika sudah prosesnya berjalan dengan baik, maka akan segera diimplementasikan.
"Karena apa? Karena tabung tiga kilogram-nya itu kan tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita harus hati-hati. Nah, kalau sudah uji coba selesai, Insyaallah di bulan Juli ini selesai, baru kemudian kita umumkan ya," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (6/7/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa harga CNG lebih. Oleh karenanya dikembangkan sebagai substitusi pengganti LPG. Selain itu penggunaan CNG sekaligus ungtuk menghemat subsidi.
"Yang jelas harganya lebih murah 30 sampai 40 persen daripada LPG. Kalau 30 sampai 40 persen sekarang subsidi kita berapa? RP 86 triliun sampai Rp 90. Kali rata-rata lah, kalau katakanlah 25 persen, kali 30 persen, berarti kan Rp 27 triliun sampai Rp 30 triliun bisa kita lakukan efisiensi," jelasnya.
Penggunaan CNG sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Sektor transportasi serta sejumlah industri seperti hotel dan restoran telah lebih dulu memanfaatkannya. Kini, CNG mulai dikembangkan untuk sektor rumah tangga guna menekan ketergantungan pada LPG 3 kilogram.
Namun, tantangan utama pengembangan CNG untuk rumah tangga terletak pada ukuran tabungnya yang sangat besar akibat karakteristik tekanan gas yang tinggi.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah melakukan uji coba penggunaan tabung ukuran 3 kilogram agar lebih praktis dan aman untuk kebutuhan dapur masyarakat.
Baca Juga: Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal
-
Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target
-
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan
-
Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
-
TikTok Bantah Ada PHK di Tokopedia, Penasihat Presiden Tetap Akan Demo
-
Realisasi Investasi di KEK Tembus Rp 353,3 Triliun per Q1 2026, Bukti RI Masih Dilirik Investor
-
OJK Mulai Kewalahan Hadapi Modus Penipuan Berkedok AI dan Deepfake
-
BBCA Diborong, BMRI Dilepas Asing Saat IHSG Ditutup Menguat
-
OJK Pangkas Pembaruan Status SLIK, Akses KPR dan Kredit UMKM Dipercepat
-
Kerugian Tembus Rp9,3 Triliun, OJK Ungkap Fakta Mengejutkan dari 'Love Scam'