Bisnis / Energi
Senin, 06 Juli 2026 | 18:40 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Novian Ardiansyah].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang menguji coba penggunaan tabung CNG tiga kilogram untuk kebutuhan rumah tangga di Jakarta.
  • Pemerintah menargetkan implementasi CNG pada Juli 2026 guna menggantikan LPG serta meningkatkan efisiensi subsidi energi negara.
  • Penggunaan CNG diproyeksikan menghemat subsidi hingga Rp30 triliun karena harga jualnya lebih murah dibandingkan LPG subsidi.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan penggunaan Natural Gas (CNG) sangat berbeda dengan LPG 3 kg. Ia mewanti-wanti masyarakat agar hati-hati menggunakan CNG

Bahlil menyebut bahwa uji coba CNG dalam tabung 3 kilogram sudah masuk tahap ketiga. Jika sudah prosesnya berjalan dengan baik, maka akan segera diimplementasikan. 

"Karena apa? Karena tabung tiga kilogram-nya itu kan tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita harus hati-hati. Nah, kalau sudah uji coba selesai, Insyaallah di bulan Juli ini selesai, baru kemudian kita umumkan ya," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (6/7/2026). 

Ilustrasi CNG. Foto ist

Bahlil menjelaskan bahwa harga CNG lebih. Oleh karenanya dikembangkan sebagai substitusi pengganti LPG. Selain itu penggunaan CNG sekaligus ungtuk menghemat subsidi. 

"Yang jelas harganya lebih murah 30 sampai 40 persen daripada LPG. Kalau 30 sampai 40 persen  sekarang subsidi kita berapa? RP 86 triliun sampai Rp 90. Kali rata-rata lah, kalau katakanlah 25 persen, kali 30 persen, berarti kan Rp 27 triliun sampai Rp 30 triliun bisa kita lakukan efisiensi," jelasnya. 

Penggunaan CNG sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Sektor transportasi serta sejumlah industri seperti hotel dan restoran telah lebih dulu memanfaatkannya. Kini, CNG mulai dikembangkan untuk sektor rumah tangga guna menekan ketergantungan pada LPG 3 kilogram.

Namun, tantangan utama pengembangan CNG untuk rumah tangga terletak pada ukuran tabungnya yang sangat besar akibat karakteristik tekanan gas yang tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah melakukan uji coba penggunaan tabung ukuran 3 kilogram agar lebih praktis dan aman untuk kebutuhan dapur masyarakat.

Baca Juga: Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal

Load More