- PT Patra Jasa menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai KSS, Tangerang, untuk memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan perusahaan.
- Program yang bekerja sama dengan Lindungi Hutan ini bertujuan mencegah abrasi serta menyerap karbon demi mitigasi perubahan iklim.
- Aksi ini merupakan wujud nyata komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung konservasi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Suara.com - PT Patra Jasa memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melaluipenanaman 1.000 bibit mangrove di wilayah pesisir Pantai KSS, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.
Penanaman mangrove dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas garis pantai, mengurangi risiko abrasi, sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kerang.
Selain itu, ekosistem mangrove juga dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon secara alami atau blue carbon sehingga berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.
Direktur Keuangan dan Umum PT Patra Jasa Kurnia Pinayungan menegaskan bahwa implementasi ESG perusahaan tidak berhenti pada komitmen dan kebijakan, tetapi diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
"Keberlanjutan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan komitmen, tetapi juga lewat aksi nyata yang memberikan dampak bagi lingkungan. Kami berharap langkah sederhana ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang," ujar Kurnia di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Patra Jasa menggandeng Lindungi Hutan dalam pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pesisir, meningkatkan ketahanan kawasan pantai terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus mendorong keterlibatan aktif insan perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan semakin besarnya perhatian dunia usaha terhadap penerapan ESG, terutama pada aspek lingkungan. Selain mendukung konservasi pesisir, rehabilitasi mangrove juga dinilai memiliki manfaat jangka panjang dalam menyerap emisi karbon, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap ancaman perubahan iklim.
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, Patra Jasa terus mengembangkan bisnis pada tiga pilar utama, yakni Property Investment & Development, Hotels & Resorts, serta Services.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan aset melalui berbagai proyek strategis berbasis keberlanjutan yang selaras dengan agenda transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia.
Baca Juga: Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi, Bisa Bawa Hingga 64 Kg
-
Dari Pacific Place hingga Ritz-Carlton, Ini Deretan Properti Mewah Milik Tan Kian
-
Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan, Dugaan Kredit Bermasalah Tembus Rp5,8 Miliar
-
Siapa Tan Kian? Bos Pacific Place dan JW Marriott yang Kembali Jadi Sorotan
-
Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!
-
Emiten Mark Dynamics Optimis Kinerja Kuartal I Tumbuh di Tengah Pemulihan Industri Sarung Tangan
-
Tan Kian Pernah Dikaitkan Kasus Asabri, Taipan Properti yang Viral Lelang Jam Rp106 Miliar
-
Kebijakan Baru Perdagangan Karbon Bikin Investor Kembali Melirik Indonesia, Ini Alasannya
-
Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?