Bisnis / Keuangan
Senin, 13 Juli 2026 | 09:19 WIB
IHSG mulai menguat kembali di awal pekan ini. [Antara]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 5.934 pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026 di Jakarta.
  • Sebanyak 3 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,22 triliun pada awal sesi pembukaan.
  • Pasar diproyeksikan bergerak variatif cenderung melemah akibat sentimen geopolitik global serta pelemahan nilai tukar mata uang rupiah.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada awal perdagangan, Senin, 13 Juli 2026, IHSG dibuka menguat ke level 5.934.

Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.09 WIB, IHSG masih betah di zona hijau ke level 5.927 atau naik tipis 0,06 persen

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,00 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 1,22 triliun serta frekuensi sebesar 562.030 kali.

Di waktu itu, terdapat 197 saham menghijau, sedangkan, 321 saham merosot. Sisanya, 447 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • PRDL
  • BBKP
  • FWCT
  • PORT
  • RANS

Top Loser

  • JELI
  • BAPA
  • RMBS
  • SURE
  • KONI

Proyeksi IHSG

IHSG pada perdagangan Senin hari ini diperkirakan masih bergerak terbatas di tengah berbagai sentimen global dan domestik. 

Baca Juga: IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?

Hal ini dipengaruhi oleh pelemahan  nilai tukar rupiah, pergerakan harga komoditas dunia, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.

Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen eksternal yang dapat memicu volatilitas pasar saham Indonesia.

"Kami berpandangan IHSG pada awal pekan akan bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang level support 5.840 dan resistance 6.040. Indikator MACD menunjukkan penguatan tren, sedangkan RSI bergerak naik secara perlahan namun masih berada di bawah level 50," ujar Oktavianus Audi saat dihubungi Suara.com, Senin (13/7/2026).

Tidak hanya itu.  beberapa sentimen yang berpotensi membebani pasar. Pertama, berakhirnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta pernyataan mengenai kembali ditutupnya Selat Hormuz dinilai memberikan sinyal negatif bagi pasar keuangan global karena meningkatkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak mentah dan potensi kebijakan suku bunga tinggi yang lebih lama oleh bank sentral.

"Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kembali ke kisaran Rp18.080 per dolar AS membuat pasar belum memperoleh kepastian mengenai stabilitas ekonomi domestik. Kondisi tersebut diperburuk oleh aksi jual investor asing di pasar saham yang mencapai Rp1,74 triliun dalam sepekan dan sebesar Rp75,6 triliun secara year to date," katanya.

Dia pun  merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini. Diantaranya adalah saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan strategi trading buy pada level support 2.290 dan resistance 2.550. Selain itu, saham PT Timah Tbk (TINS) juga direkomendasikan dengan strategi speculative buy pada level support 3.270 dan resistance 4.010.

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Load More