- IHSG di BEI ditutup menguat tipis 0,11 persen ke level 5.930,84 pada perdagangan sesi pertama, Senin (13/7/2026).
- Penguatan IHSG didorong oleh sektor konsumer siklikal dan material dasar di tengah volatilitas pasar yang cukup tinggi.
- Performa indeks tertekan akibat pelemahan saham berkapitalisasi besar seperti BBCA serta depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan pada penutupan perdagangan Sesi 1, Senin (13/7/2026).
Indeks domestik tercatat terapresiasi tipis sebesar 6,48 poin atau menguat 0,11 persen ke level 5,930,84. Pergerakan indeks pada paruh pertama hari ini diwarnai volatilitas yang cukup tinggi, di mana IHSG dibuka pada level 5.934,72, sempat menyentuh posisi tertinggi di 5.974,65, namun juga sempat tertekan hingga level terendah di 5.898,15.
Aktivitas transaksi di lantai bursa terhitung cukup ramai dengan total volume perdagangan mencapai 14,80 miliar lembar saham, yang terdiri dari 13,69 miliar saham di pasar reguler dan 1,08 miliar saham di pasar negosiasi.
Akumulasi nilai transaksi pada sesi pertama ini menembus Rp6,01 triliun, dengan rincian pasar reguler menyumbang Rp5,05 triliun dan pasar negosiasi mencatatkan Rp959,79 miliar.
Meski indeks utama berhasil parkir di zona hijau, performa saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 justru menunjukkan arah sebaliknya. Indeks LQ45 terpantau melemah tipis 0,41 poin atau terkoreksi 0,07 persen ke level 588,85.
Tekanan pada saham-saham likuid ini tidak lepas dari aksi ambil untung investor pada saham perbankan berbobot besar, terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang merosot 1,62 persen ke harga Rp6.075 per lembar saham pada akhir sesi pertama. BBCA sekaligus menempati posisi teratas dalam daftar saham pemberat indeks (top lagging movers).
Pelemahan sejumlah saham blue chip ini juga terjadi di tengah tekanan makroekonomi domestik yang cukup menantang. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD-IDR) terpantau melemah hingga menyentuh level Rp18.130.
Di sisi lain, harga minyak mentah global jenis Brent bertengger di level USD79,26 per barel, yang memberikan sentimen campuran bagi emiten komoditas dan energi di dalam negeri. Selain BBCA, saham penahan laju IHSG lainnya adalah CASA yang anjlok 5,00 persen, disusul ASII melemah 0,83 persen, ANTM turun 1,72 persen, dan IMPC terkoreksi 1,76 persen.
Sinyal positif pergerakan IHSG pada sesi pertama ini ditopang kuat oleh kebangkitan sektor konsumer siklikal (IDXCYC) yang melonjak 1,47 persen ke level 895,63.
Baca Juga: Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini
Saham PT Vektor Mobiliti Indonesia Tbk (VKTR) menjadi primadona dengan melejit 24,04 persen ke level Rp645 dan bertindak sebagai pendorong utama indeks (top leading movers). Lonjakan ini juga diikuti oleh saham PT RANS Entertainment Tbk (RANS) yang menguat 4,39 persen ke harga Rp238.
Saham RANS bahkan mendominasi pasar dengan menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan, baik dari sisi nilai perdagangan maupun volume perdagangan pada sesi 1. Selain itu, saham ritel dan otomotif seperti AUTO tumbuh 1,23 persen, MAPA naik 0,84 persen, dan NATO terangkat 0,83 persen.
Sektor material dasar (IDXBASIC) ikut menyumbang energi positif dengan penguatan 0,56 persen ke level 1.519,90. Penguatan di sektor ini dimotori oleh saham emiten terafiliasi konglomerasi Barito, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 3,40 persen ke posisi Rp1.675, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menanjak 2,97 persen ke level Rp520.
Emiten tambang emas dan tembaga lainnya seperti EMAS terangkat 1,35 persen, AMMN naik 0,85 persen, dan MDKA menguat 0,78 persen.
Tidak ketinggalan, sektor energi (IDXENER) juga merespons positif kenaikan harga minyak Brent dengan tumbuh 0,25 persen ke level 2.737,80.
Saham-saham yang memimpin penguatan di sektor ini antara lain RMKE yang melesat 5,21 persen, ENRG melaju 5,00 persen, PGAS naik 2,39 persen, CUAN menguat 0,81 persen, dan raksasa batu bara BYAN naik tipis 0,67 persen.
Berita Terkait
-
Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I
-
IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?
-
Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli
-
Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
-
Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya
-
Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Jadwal Stock Split Saham RMKE
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun