Bisnis / Energi
Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB
PT Freeport Indonesia (PTFI) masih menghadapi fase pemulihan produksi pada 2026. Perusahaan hanya menargetkan produksi emas sekitar 21 ton atau setara 700 ribu ounces, sementara produksi tembaga diproyeksikan mencapai 800 juta pound. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Produksi emas Freeport 2026 baru ditargetkan 21 ton.
  • Kapasitas tambang belum normal, produksi penuh baru pada 2029.
  • Target tembaga 2026 hanya 800 juta pound, naik bertahap hingga 2030.

Suara.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) masih menghadapi fase pemulihan produksi pada 2026. Perusahaan hanya menargetkan produksi emas sekitar 21 ton atau setara 700 ribu ounces, sementara produksi tembaga diproyeksikan mencapai 800 juta pound. Angka tersebut menunjukkan kapasitas operasi tambang belum kembali ke kondisi normal.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan target produksi tersebut disesuaikan dengan rencana penambangan bijih (ore) yang rata-rata mencapai 124 ribu ton per hari sepanjang 2026. Volume tersebut masih berada jauh di bawah tingkat produksi normal perusahaan yang berada di atas 200 ribu ton bijih per hari.

"Tahun 2026 itu jumlah logam yang kita akan hasilkan kira-kira 800 juta pound tembaga, dan 700 ribu ounces emas atau kalau diekuivalenkan ke tonase sebesar 21 ton," ujar Tony dalam paparan kinerja perusahaan, Selasa (14/7/2026).

Target produksi yang relatif rendah tersebut mencerminkan proses pemulihan operasional tambang Freeport yang masih berlangsung. Perusahaan bahkan mengakui kapasitas produksi penuh baru dapat dicapai secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Pada 2027, Freeport menargetkan volume penambangan meningkat menjadi rata-rata 170 ribu ton bijih per hari. Dengan kenaikan tersebut, produksi diperkirakan mencapai 1,2 miliar pound tembaga dan 1 juta ounces emas atau sekitar 31 ton.

Kemudian pada 2028, kapasitas penambangan ditargetkan naik menjadi 208 ribu ton per hari, dengan estimasi produksi sebesar 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ounces emas atau setara 43 ton.

Namun demikian, peningkatan produksi tersebut masih belum menandakan operasi telah kembali normal sepenuhnya. Tony mengungkapkan kapasitas penambangan di atas 200 ribu ton bijih per hari baru akan tercapai mulai 2029, ketika target penambangan dipatok sebesar 226 ribu ton per hari.

Artinya, Freeport membutuhkan waktu sekitar tiga tahun lagi untuk mengembalikan tingkat produksi ke kapasitas optimal setelah periode penyesuaian operasi.

Selain itu, pada 2029 perusahaan juga berencana mulai mengoperasikan Tambang Kucing Liar, blok tambang baru yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Kehadiran tambang tersebut diharapkan menjadi salah satu penopang peningkatan produksi logam pada tahun-tahun berikutnya hingga 2030.

Baca Juga: Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Load More