- Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari melaporkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK dalam rapat bersama Komisi IX DPR.
- Opini WTP tersebut diberikan karena laporan keuangan BGN tahun 2025 telah memenuhi standar akuntansi dan pengendalian internal pemerintah.
- BGN mencatat pendapatan Rp19,4 miliar serta belanja Rp51,5 triliun dalam laporan realisasi anggaran tahun anggaran 2025 tersebut.
Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari memamerkan laporan keuangan BGN Tahun Anggaran 2025 yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Diketahui pada 2025 lalu, BGN memang masih dikepalai oleh Dadan Hindayana. Namun ia kini menjadi tersangka kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami perlu sampaikan bahwa laporan keuangan ini telah dilakukan audit oleh BPK dan sudah ada opini dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP," kata Arumsari dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) BGN dengan Komisi IX DPR RI yang disiarkan virtual, Jumat (17/7/2026).
Arumsari menyebut bahwa opini WTP BPK ini menunjukkan kalau seluruh proses laporan keuangan telah disusun dengan sistem pengendalian internal yang memadai. Selain itu, informasinya juga sesuai dengan standar akuntansi Pemerintah.
"Itu kenapa kemudian diberikan opini WTP oleh BPK. itu catatan pertama kami dari BGN," lanjutnya.
Dalam paparan itu, Arumsari mengungkapkan laporan realisasi anggaran BGN 2025. Jumlah pendapatan tercatat Rp 19.410.364.474 atau Rp 19,4 miliar, sedangkan jumlah belanja mencapai Rp 51.586.180.343.891 atau Rp 51,5 triliun.
Sedangkan Laporan Neraca BGN Tahun Anggaran 2025 meliputi jumlah aset Rp 5.058.839.018.049 atau Rp 5,05 triliun, jumlah kewajiban Rp 1.470.289.536.566 atau Rp 1,4 triliun, dan jumlah ekuitas Rp 3.588.549.481.483 atau Rp 3,5 triliun.
Laporan Operasional BGN Tahun Anggaran 2025 tercatat defisit LO sebanyak Rp 47.988.529.648.868 atau Rp 47,9 triliun. Sementara Laporan Perubahan Ekuitas akhir BGN mencapai Rp 3.588.549.481.483 atau Rp 3,5 triliun.
Baca Juga: Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
Berita Terkait
-
Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
-
Kasus Suap Ubah Opini WDP ke WTP, Anggota BPK Bobby Tak Banyak Bicara usai Diperiksa KPK
-
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG
-
Bisa Cegah Stunting, Peneliti UI Usul Sirup Sawit Merah Masuk Menu MBG
-
DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi