Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB
Uang rupiah bertandatangan Purbaya [Tangkapan layar]
BACA 10 DETIK
  • Uang kertas pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 2022 dengan Tahun Cetak 2026 bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa ramai dicari kolektor.
  • Purbaya Yudhi Sadewa hanya menjabat sebagai Menteri Keuangan dari September 2025 hingga September 2026 sehingga masa tugasnya sangat singkat.
  • Masyarakat memburu uang tersebut karena menganggap kombinasi tanda tangan Purbaya dan Perry Warjiyo memiliki kelangkaan yang bernilai tinggi.

Suara.com - Uang Rupiah pecahan Rp100.000 bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa kini ramai dicari setelah mantan Menteri Keuangan tersebut tidak lagi menjabat. Memangnya, uang bertanda tangan Purbaya keluaran tahun berapa?

Uang yang tengah menjadi perhatian kolektor tersebut merupakan Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 2022 dengan Tahun Cetak 2026. Pada lembaran uang itu tercantum tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Peredaran uang tersebut menjadi sorotan karena kedua pejabat yang tanda tangannya tercetak di uang telah berganti posisi pada 2026. Purbaya sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak September 2025, sebelum kemudian digantikan Suahasil Nazara pada September 2026.

Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Sebelumnya perlu dibedakan antara tahun emisi dan tahun cetak. Uang Rp100.000 bertanda tangan Purbaya yang ramai dibicarakan merupakan Uang Rupiah TE 2022, tetapi memiliki Tahun Cetak 2026.

Bank Indonesia mencatat pecahan Rp100.000 TE 2022 sebagai uang yang diterbitkan pada 17 Agustus 2022. Desainnya menampilkan Soekarno-Hatta di bagian depan serta Tari Topeng Betawi dan pemandangan Raja Ampat di bagian belakang. Pada uang tersebut memang terdapat tanda tangan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan.

Artinya, penyebutan “uang keluaran 2026” yang beredar di media sosial perlu dipahami sebagai uang yang dicetak pada 2026, bukan uang dengan Tahun Emisi 2026.

Bank Indonesia sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa uang Rupiah dengan tulisan tahun emisi dan tahun cetak memiliki kedua penanda tersebut. Dalam materi edukasinya, BI juga menyebut uang Rp100.000 TE 2022 sebagai salah satu pecahan yang memuat tanda tangan Bank Indonesia dan pemerintah.

Mengapa Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu?

Perhatian terhadap uang tersebut meningkat setelah masa jabatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan berakhir. Purbaya mulai menjabat pada September 2025 dan kemudian digantikan Suahasil Nazara pada September 2026.

Dengan demikian, periode Purbaya sebagai Menteri Keuangan berlangsung sekitar satu tahun. Kondisi tersebut membuat uang Rupiah yang telanjur dicetak dengan tanda tangannya menjadi menarik bagi penggemar numismatik.

Sejumlah unggahan masyarakat di media sosial bahkan memperlihatkan warga mulai memeriksa dompet dan uang tunai mereka untuk mencari pecahan Rp100.000 dengan kombinasi tanda tangan Purbaya dan Perry Warjiyo.

"Jelas dicari kolektor, karena edisi Perry-Purbaya langka. Pak Purbaya jadi Menkeu hanya setahun doang dan 1 kali cetak 2026 aja," kata warganet.

"Simpen aja, soalnya kan yang dicetak sedikit ingat konsep scarcity wkwkw," sindir netizen.

Fenomena tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa uang bertanda tangan Purbaya akan menjadi barang langka dan bernilai tinggi.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Masa jabatan pejabat yang singkat memang dapat membuat uang dengan tanda tangan tersebut menarik secara historis bagi kolektor. Namun, lama atau singkatnya masa jabatan tidak otomatis menentukan kelangkaan sebuah uang.

Nilai numismatik dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain jumlah uang yang dicetak dan beredar, kondisi fisik, nomor seri, variasi atau kesalahan cetak, serta permintaan dari kolektor.

Karena itu, uang Rp100.000 TE 2022 Tahun Cetak 2026 bertanda tangan Purbaya sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai uang yang pasti memiliki harga jual jauh di atas nominalnya.

Pemberitaan mengenai uang tersebut saat ini lebih tepat disebut sebagai fenomena perburuan kolektor, bukan bukti bahwa seluruh uang bertanda tangan Purbaya sudah menjadi barang langka atau mahal.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com