IHSG Terus Merosot Sejak Suahasil Jadi Menkeu, Sudah Anjlok 3,38 Persen

Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) menyapa para pegawai usai dilantik menjadi Menteri Keuangan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • IHSG anjlok 3,38 persen sejak Suahasil dilantik.
  • IHSG turun dari 6.534 ke 6.313 dalam 7 hari bursa.
  • Sesi I 22 September, IHSG kembali ambruk 1,11 persen.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada dalam tekanan sejak Suahasil Nazara dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 14 September 2026.

Dalam rentang perdagangan 14 September hingga sesi I Selasa (22/9/2026), IHSG telah merosot 221,13 poin atau sekitar 3,38 persen. Indeks turun dari level 6.534,69 pada penutupan 14 September menjadi 6.313,56 pada akhir sesi I hari ini.

Data historis menunjukkan tekanan terhadap IHSG terjadi hampir sepanjang periode tersebut. Setelah ditutup turun tipis 0,10 persen pada hari pelantikan Suahasil, indeks kembali terkoreksi 1,13 persen pada Selasa (15/9) ke 6.461,15.

Pelemahan berlanjut pada Rabu (16/9). IHSG turun 0,38 persen ke level 6.436,85. Indeks kemudian sempat bangkit pada Kamis (17/9) dengan kenaikan 0,40 persen menjadi 6.462,43.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Pada Jumat (18/9), IHSG kembali melemah 0,33 persen ke 6.441,16. Koreksi berlanjut pada perdagangan Senin (21/9), ketika indeks turun 0,88 persen ke 6.384,73.

Tekanan semakin dalam pada sesi I Selasa (22/9). IHSG merosot 1,11% ke 6.313,56. Sebanyak 513 saham melemah, sedangkan hanya 147 saham menguat. Seluruh sektor saham tercatat berada di zona merah.

Pergerakan IHSG sejak Suahasil dilantik:

Tanggal Level IHSGPerubahan
14 September 20266.534,69-0,10 persen
15 September 20266.461,15-1,13 persen
16 September 20266.436,85-0,38 persen
17 September 20266.462,43+0,40 persen
18 September 20266.441,16-0,33 persen
21 September 20266.384,73-0,88 persen
22 September 2026(sesi I) 6.313,56-1,11 persen

Data historis mencatat level penutupan 14–21 September tersebut, sementara data sesi I 22 September menunjukkan IHSG berada di 6.313,56.

Tekanan pasar juga tidak berdiri sendiri. Pada perdagangan 21 September, pelaku pasar mencermati rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22–23 September mengenai BI-Rate, di tengah tekanan suku bunga global dan pelemahan rupiah.

Selain itu, IHSG sebelumnya telah terkoreksi 1,53 persen sepanjang pekan 14–18 September, disertai foreign outflow sekitar Rp2,9 triliun di pasar reguler.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com