Cuaca Panas dan El Nino Jadi Berkah bagi Industri Minuman

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:06 WIB
Ilustrasi minuman di Pusat Perbelanjaan di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Kemenperin menyatakan fenomena El Nino dan kegiatan sektor Horeka mendongkrak pesanan produk minuman domestik serta ekspor Oktober 2026.
  • Indeks Kepercayaan Industri minuman berada pada fase ekspansi sejak Juni hingga Oktober 2026 secara berturut-turut.
  • Industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan PDB 6,77 persen serta peningkatan nilai ekspor pada semester I 2026.

Suara.com - Fenomena El Nino yang memicu cuaca lebih panas dan kekeringan membawa dampak positif bagi industri minuman di dalam negeri. Kondisi tersebut, meningkatkan kebutuhan hidrasi masyarakat sehingga mendorong kenaikan pesanan produk minuman di pasar domestik.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Merrijanti Punguan Pintaria mengatakan, peningkatan pesanan baru industri minuman dipengaruhi permintaan pasar domestik dan ekspor.

"Untuk komponen pesanan baru, ini mengalami peningkatan dan berada pada fase ekspansi. Peningkatan pesanan baru ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pasar domestik dan ekspor," kata Merrijanti dalam konferensi pers rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026, dikutip Jumat (30/10/2026).

Dia menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong permintaan tersebut berasal dari perubahan kondisi cuaca akibat fenomena El Nino. Cuaca yang lebih panas membuat masyarakat membutuhkan asupan cairan lebih banyak.

"Fenomena El Nino juga menjadi salah satu hal yang meningkatkan pesanan baru. El Nino menyebabkan kekeringan dan cuaca yang sedikit lebih panas dari biasanya, sehingga masyarakat membutuhkan hidrasi yang lebih banyak," ujarnya.

Selain faktor cuaca, peningkatan permintaan juga berasal dari aktivitas sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Berbagai kegiatan menjelang akhir tahun turut mendorong kebutuhan produk makanan dan minuman.

Ilustrasi El Nino 2026 dan Kekeringan. [Suara.com/Syahda]

Merrijanti menyebut, pelaku industri juga mulai menyiapkan strategi produksi untuk menghadapi rangkaian momentum peningkatan konsumsi. Setelah Natal dan Tahun Baru (Nataru), permintaan diperkirakan berlanjut selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.

"Karena Nataru kita akan dilanjutkan dengan Ramadan dan Hari Raya Lebaran, ini menjadi salah satu strategi yang disiapkan oleh industri untuk persiapan menyambut panjangnya masa perayaan di tahun yang akan datang," katanya.

Kinerja positif tersebut tercermin dari IKI industri minuman yang masih berada dalam fase ekspansi pada Oktober 2026. Tren positif ini telah berlangsung sejak Juni, Juli, Agustus, hingga September 2026.

Indikator lainnya juga menunjukkan perkembangan serupa. Purchasing Managers' Index (PMI) Bank Indonesia untuk industri makanan dan minuman pada triwulan III 2026 mencapai 55,03, meningkat dibandingkan triwulan II 2026 sebesar 54,05.

Sementara itu, secara keseluruhan industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 6,77 persen pada semester I 2026 secara tahunan atau year on year (YoY). Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,09 persen.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor industri makanan dan minuman selama Januari-Agustus 2026 mencapai 34,65 miliar dolar AS atau meningkat 5,64 persen secara kumulatif. Adapun realisasi investasi sektor tersebut pada semester I 2026 mencapai Rp47,74 triliun.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com