- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 0,95 persen ke level 5.105,20 pada perdagangan Senin, 2 November 2026.
- Penguatan IHSG dipicu oleh respons positif pasar terhadap kebijakan baru yang mengeluarkan emiten berstatus High Shareholding Concentration.
- Pergerakan positif pasar domestik didorong oleh tingginya aktivitas transaksi serta kinerja impresif sektor barang baku, energi, dan keuangan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I pada hari ini, Senin (2/11/2026), dengan tren penguatan yang sangat solid.
Laju indeks komposit tercatat naik 48,15 poin atau menguat 0,95 persen, sehingga berhasil bertengger di level 5.105,20.
Penguatan signifikan pada paruh pertama perdagangan ini merupakan respons positif pasar atas berlakunya kebijakan baru dari otoritas bursa terkait dikeluarkannya emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari rumusan perhitungan IHSG.
Pergerakan positif pasar domestik ini turut ditopang oleh tingginya aktivitas transaksi pada sejumlah saham penggerak (market movers). Berdasarkan data perdagangan Sesi I, terdapat lima saham yang mendominasi nilai transaksi tertinggi (Top 5 Active Turnover). Pergerakan ini dipimpin oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ditutup di harga Rp5.025 (naik 0,90 persen).
Posisi transaksi aktif berikutnya diikuti oleh saham pendatang baru PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang mengalami koreksi ke Rp10.800 (turun 5,88 persen), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melesat ke Rp128 (naik 7,56 persen), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang bertahan stagnan di level Rp2.800, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang menguat ke Rp1.365 (naik 6,64 persen).
Secara sektoral, optimisme pasar pada Sesi I dimotori oleh tiga sektor utama yang membukukan kinerja impresif, yang secara langsung menjadi penopang utama laju IHSG:
- Sektor Barang Baku (IDXBASIC) Sektor ini tampil sebagai pemimpin penguatan pasar dengan lonjakan mencapai 2,27 persen ke level 1.298,19. Daya dorong utama sektor ini disumbangkan oleh TPIA yang melesat ke Rp1.365 (naik 6,64 persen), disusul oleh BRPT di level Rp1.110 (naik 3,74 persen), MDKA di Rp1.925 (naik 3,77 persen), BRMS di Rp348 (naik 4,82 persen), serta MBMA di posisi Rp314 (naik 5,37 persen).
- Sektor Energi (IDXENER) Sektor energi membuntuti di posisi kedua dengan tingkat apresiasi sebesar 1,94 persen ke level 2.468,53. Lonjakan sektor ini dikatalisasi oleh penguatan agresif pada saham BUMI ke Rp128 (naik 7,56 persen), DSSA ke Rp710 (naik 5,97 persen), PGAS ke Rp1.380 (naik 4,55 persen), PTRO ke Rp2.490 (naik 7,33 persen), dan DEWA yang terbang tajam ke level Rp236 (naik 10,28 persen).
- Sektor Keuangan (IDXFIN) Sektor finansial turut memberikan tenaga tambahan bagi IHSG dengan kenaikan 0,43 persen ke level 1.203,35. Penguatan pada sektor ini diwarnai oleh laju saham CASA di level Rp1.880 (naik 3,87 persen), saham berkapitalisasi raksasa BBCA di Rp5.025 (naik 0,90 persen), BNLI di Rp1.480 (naik 3,14 persen), LIFE yang melompat ke Rp10.000 (naik 11,11 persen), dan BSIM di posisi Rp795 (naik 3,92 persen).
Penerapan kebijakan penyesuaian bobot saham HSC terbukti mampu memberikan ruang gerak yang lebih dinamis dan menciptakan fundamental valuasi yang lebih sehat bagi pergerakan IHSG.
Disclaimer: Siaran pers ini disajikan murni untuk tujuan penyampaian informasi publik terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar modal. Seluruh isi tulisan bersifat informatif, faktual, dan objektif. Tulisan ini bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual-beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca beserta seluruh risiko finansial yang menyertainya.