- Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menemui Menperin Muhammad Sarmuji di Jakarta pada Senin, 2 November 2026.
- Kadin menyatakan niatnya untuk memperluas program industrialisasi pemerintah melalui pengembangan komoditas lokal seperti sagu, alga, dan kelapa.
- Menperin menyambut baik keterlibatan Kadin yang berfokus pada pemberdayaan pelaku industri kecil dan menengah daerah.
Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ingin terlibat dalam pengembangan industri berbasis komoditas lokal, mulai dari sagu, alga, hingga kelapa. Hal ini disampaikan Kadin saat bertemu Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengatakan, pengembangan industri tidak hanya perlu berfokus pada sektor berskala besar seperti pengolahan nikel menjadi bahan baku baterai. Komoditas lokal juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah.
"Bahwa memang industrialisasi tadi kita bicarakan Pak Menteri bukan saja yang bersifat besar seperti nikel jadi bahan baterai, tapi tadi sagu, alga, Kelapa. Itu juga merupakan industri yang justru melibatkan teman-teman di daerah untuk naik kelas," ujar Anindya.
Dalam pertemuan itu, Kadin menyampaikan keinginan untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam program industrialisasi pemerintah.
Anindya menyebut Kadin memiliki jaringan kepengurusan di 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi penghubung bagi pelaku usaha daerah untuk ikut mengembangkan industri berbasis potensi lokal.
"Dan memang di Kementerian Perindustrian ini sangat-sangat luar biasa link and match-nya. Dan dengan kepemimpinan Pak Menteri bersama dengan Kadin yang kebetulan sedan, berupaya untu undang-undang direvisi—Kadin yang sudah 39 tahun—tentu merupakan, apa, suatu kebanggaan sendiri," katanya.
Sementara itu, Sarmuji menyambut keterlibatan Kadin dalam mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Menurut dia, perhatian Kadin terhadap pelaku IKM menjadi hal penting dalam memperluas basis industri nasional.
"Tapi ada kesadaran yang luar biasa dari Kadin, terutama Ketua Umum Kadin, yang berlatar belakang pengusaha besar tapi concern-nya justru pada industri kecil dan menengah," ucap Sarmuji.