Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB
Foto udara kondisi rumah terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
Warga melihat kondisi lahan pertanian yang terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
Warga melihat aliran lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
Warga melihat kondisi rumah terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]

Suara.com - Foto udara kondisi rumah terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Sejumlah rumah mengalami kerusakan setelah banjir lahar hujan menerjang permukiman warga akibat hujan deras di kawasan Gunung Semeru.

Berdasarkan data BPBD, banjir lahar dengan amplitudo maksimum 65 milimeter tersebut menyebabkan tanggul Sungai Glidik jebol sehingga mengakibatkan tiga rumah rusak, 10 rumah lainnya berisiko ambruk serta 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari terisolasi.

Hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Gunung Semeru selama sekitar enam jam. Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat getaran banjir lahar dengan amplitudo maksimum 65 milimeter dan durasi mencapai enam jam. 

Banjir lahar juga memutus akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang sekitar 100 meter. Jembatan Limpas di Sungai Glidik turut lumpuh sehingga warga di sekitar lokasi terisolasi dan tidak dapat melintas. [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com