- Kemenperin masih mengoordinasikan usulan tersebut dengan Kementerian ESDM, Kementerian Perekonomian, dan Kementerian Keuangan.
- Sarmuji belum memastikan apakah Kementerian Keuangan telah memberikan lampu hijau. Pemerintah masih mengakomodasi berbagai perspektif kementerian terkait.
- Organisasi industri kendaraan listrik tersebut telah mengajukan permohonan pertemuan dan rencananya akan diterima Sarmuji. Sebelumnya, pemerintah juga telah memulai pembahasan teknis mengenai bentuk dan besaran insentif kendaraan hybrid.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum memastikan rencana pemberian insentif untuk kendaraan hybrid. Usulan itu masih di bahas dengan sejumlah kementerian terkait.
Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, mengatakan, pembahasan insentif kendaraan hybrid tidak bisa hanya mempertimbangkan kepentingan sektor industri. Menurutnya, perlu mempertemukan berbagai perspektif dari kementerian lain, terutama yang berkaitan dengan energi dan fiskal.
"Kita lagi mempertemukan perspektif, bermacam-macam perspektif. Dengan Kementerian ESDM, dengan Kementerian Perekonomian, dengan Kementerian Keuangan. Nggak bisa perspektif perindustrian saja," ujar Sarmuji di Kantor Kemenperin, Jakarta, yang dikutip, Jumat (6/11/2026).
Sarmuji menjelaskan, pembahasan tersebut masih membutuhkan koordinasi antarkementerian untuk mengakomodasi berbagai kepentingan sebelum pemerintah mengambil keputusan.
Saat ditanya apakah Kementerian Keuangan sudah memberikan lampu hijau terhadap usulan insentif tersebut, Sarmuji belum memberikan kepastian.
"Ya itu, masih mempertemukan perspektif itu. Ternyata banyak perspektif dari sektor-sektor yang lain yang harus kita akomodir," jelasnya.
Di sisi lain, Sarmuji menyebut pihaknya akan menerima audiensi dari Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo). Organisasi tersebut sebelumnya telah mengajukan permohonan pertemuan dengan Kemenperin.
"Oh iya, ya. Beliau mengajukan audiensi, insya Allah saya akan kita terima," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah mulai membahas rencana pemberian insentif untuk kendaraan hybrid guna mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Usulan kebijakan tersebut ditargetkan dapat diajukan tahun ini.
Sarmuji mengatakan, pembahasan teknis telah dilakukan bersama kementerian terkait. Pemerintah masih mengkaji bentuk dukungan yang tepat bagi kendaraan hybrid, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristiknya dari kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).
"Kami sudah mulai melakukan pembahasan teknis dengan kementerian terkait. Besaran insentif yang akan diusulkan masih dalam proses kajian. Industri juga tidak meminta insentif yang sama dengan kendaraan listrik berbasis baterai, tetapi berharap tetap ada dukungan insentif," kata Sarmuji.