Sebelum akhirnya terjun ke dunia sepak bola, Liana Tasno sebenarnya lebih dulu berkecimpung di olahraga lain, yaitu basket.
Perempuan kelahiran 19 Juli 1984 itu berkecimpung di olahraga basket dengan menjadi Creative Marketing Indonesian Basketball League (IBL) pada 2016 lalu.
Sosok Andi Widya Syadzwina atau yang akrab disapa Wina dirasa cukup pas untuk mengemban tugas sebagai Sekjen PSSI. Bagi publik sepakbola Makassar, sosok Wina tidaklah asing. Wina ialah satu-satunya perempuan yang menjadi media officer (MO) klub di Liga 1 2018.
Sekedar informasi tugas seorang MO di sebuah klub sepakbola tak jauh berbeda dengan seorang humas di suatu perusahaan atau organisasi. Secara garis besar tugasnya ialah memberi informasi kepada publik dan kepada awak media tentang perkembangan teranyar klubnya.
Jabatan sebagai MO PSM Makassar pertama kali diemban oleh Wina pada 2011 namun pada 2014 ia memilih untuk mengundurkan diri karena ingin fokus untuk menyelesaikan studinya. Pada 2017, Wina kembali menjabat sebagai MO PSM dan kembalinya Wina mendapat sambutan menyenangkan dari publik sepakbola Makassar.
Perempuan jebolan Universitas Padjajaran dan Univeristas Hasanuddin ini juga sempat menjabat sebagai marketing & Communication Head PT GMTD Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan real estate dan urban development, serta menjalankan usaha dalam bidang jasa termasuk pembangunan perumahan, apartemen, kondominium, hotel, kawasan pariwisata, dan pusat-pusat komersial lainnya.
Dengan rekam jejak karier tersebut tak mengherankan sosok Wina memang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjalankan tugas-tugas seorang Ketum PSSI.
Yang lebih menarik juga, Wina memiliki thesis berjudul 'Studi Fenomenologi Perilaku Komunikasi Suporter Fanatik Sepakbola dalam Memberikan Dukungan pada PSM Makassar', tentu saja Wina akan memiliki masukan berarti untuk menyelesaikan masalah suporter di Indonesia.
Baca Juga: Shin Tae-yong Bawa Indonesia Meroket, Warganet Ucapkan Terima Kasih ke Ratu Tisha
Bagi publik Bojonegoro nama Sally Atyasasmi cukup familiar. Sosok perempuan berparas cantik ini mempunyai rekam jejak cukup positif di mata masyarakat, pasalnya selain ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally juga dikenal cukup aktif di sejumlah kegiatan sosial, perempuan, anak, hingga pencegahan HIV/AIDS. Sally juga memiliki komunitas bernama Sally Care yag berfungsi untuk menukar ide dan kritik membangun.
Nah untuk rekam jejak Sally di bidang sepak bola, Sally saat ini menjabat sebagai manajer klub Persibo Bojonegoro. Perempuan S2 lulusan Universitas Indonesia jurusan Ilmu Kesehatan ini sebelum menjabat sebagai manajer Persibo sudah cukup lama berkecimpung di sepakbola Bojonegoro pasalnya pada 2015 ia diberi tanggung jawab sebagai bendahara klub.
Bagaimana kiprah Persibo sejak Sally sebagai seorang manajer? Tim berjuluk Laskar Kalimanyat ini memang masih berkutat di Liga 3 2018. Persibo gagal masuk ke babak 16 besar Liga 3, karena raihan yang kurang mengenakkan ini pihak suporter Persibo Bojonegoro atau yang dikenal dengan sebutan Curva Nord 1949 meminta bergerak cepat untuk membuat kerangka tim demi mengarungi Liga 3 di musim depan.
Pihak klub meminta manajemen klub untuk tidak lagi mempersiapkan tim secara mendadak untuk mengarungi Liga 3 yang bisa berdampak kepada hasil tak mengenakkan seperti yang dialami pada musim ini. Catatan ini yang menjadi ganjalan untuk seorang Sally sebagai seorang manajer klub sepakbola.
Tag
Berita Terkait
-
Dongkel Iwan Bule sebagai Ketum PSSI Bukan Solusi, Jokowi Harus Tiru Australia: Bubarkan Federasi Bola
-
Walaupun Tragedi Kanjuruhan Menjadi Pemberitaan Dunia, Indonesia Tetap Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2023
-
Menpora Digeruduk Warganet Gegara Minta Pemerintah Tak Campuri PSSI, 'Mana Rasa Kemanusiaanmu?'
-
AFC Tak Lagi Sebut Indonesia Sebagai Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023, Mundur Gara-gara Tragedi Kanjuruhan?
-
Moral Jadi Alasan Iwan Bule dan Jajarannya Harus Mundur dari PSSI
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Sinopsis Can This Love Be Translated?: Saat Bahasa Kalbu Lebih Sulit dari Bahasa Asing
-
5 Mobil Bekas Daihatsu Pilihan Keluarga, Hemat untuk Pemakaian Jangka Panjang
-
Gabung Klub Super League, 2 Pemain Ini Ternyata Belum Ada Setahun Dinaturalisasi
-
5 Fakta Pembunuhan Janda di Ponorogo, Jejak Pelaku Terhenti di Tebing Watusigar
-
Korupsi Dana PMI Palembang, Fitrianti Agustinda dan Suami Dijatuhi Hukuman 7,5 Tahun Penjara
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
-
Apa Kekurangan Mobil Bekas Taksi? Intip 5 Rekomendasi yang Pas Mulai Rp35 Jutaan
-
Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Anti-Mainstream! 6 Ide Makanan Manis untuk Hadiah Valentine Selain Cokelat