Tragedi terjadi di Itaewon, Korsel pada malam perayaan Halloween yang berlangsung pada 29 Oktober 2022 waktu setempat. 59 orang tewas dan 150 lainnya mengalami luka-luka akibat terinjak-injak.
Salah seorang korban selamat seperti dikutip dari Hani.co.kr menceritakan momen mengerikan yang terjadi di kawasan Itaewon pada perayaan Halloween tersebut.
"Saya didorong dan terus didorong dari arah belakang. Kemudian saya terjatuh, satu dua orang lainnya juga terjatuh. Saya mendengar jerit minta tolong dan meminta bantuan. Saya melihat orang-orang berjatuhan dan tidak bisa bernafas," kata salah seorang korban selamat.
Korban selamat itu menambahkan bahwa ia berada di kumpulan massa yang saling berdesakan sekitar pukul 10:30 waktu setempat dan baru berhasil diselamatkan pada pukul 12 malam. "Kaki ku mati rasa," ungkapnya.
Sementara korban selamat lainnya, Kim (20) mengatakan bahwa apa yang terjadi di Itaewon merupakan mimpi buruk Halloween yang ia rasakan.
Menurut penjelasan dari Kim bahwa saat itu di kawasan Itaewon yang memiliki gang kecil tersebut dihadiri oleh banyak orang.
"Ada terlalu banyak orang. Saya didorong oleh orang-orang dan kaki saya terpeleset hingga menekuk lutut saya,"
"Semua orang tidak bisa bergerak saat itu. Semua saling mendorong dan kepanikan membuat semuanya terasa seperti mimpi yang sangat buruk," ungkap Kim.
Lee Chang-gyu, salah seorang saksi mata lainnya mengatakan bahwa gang sempat di kawasan Itaewon membuat semua orang tak bisa berbuat banyak saat massa semakin membludak.
Baca Juga: Ngeri! 59 Tewas dan 150 Terluka pada Perayaan Halloween di Itaewon
"lima atau enam pria saling mendorong ke arah saya dari belakang. Orang-orang terus berterik, selamatkan saya. Saya pikir saat itu saya akan mati," jelasnya.
Mengutip dari SkySports, tim medis dan petugas pemadam kebakaran saat ini masih bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan korban yang terluka pada peristiwa tragis ini.
"Setidaknya 59 orang tewas dan 150 orang lainnya alami luka-luka akibat terinjak-injak di Korsel menurut pejabat setempat," tulis laporan Sky Sports.
Para korban berada di kerumunan massa yang tidak terkontrol dan saling mendorong di jalanan sempat selama perayaan Halloween yang berlangsung di dekat Hotel Hamilton, kawasan Itaewon.
Choi Cheon-sik, pejabat dari badan pemadam kebakaran nasional Korsel bahwa pihaknya telah menurunkan 400 orang petugas dari seluruh negeri untuk mengevakuasi para korban.
Sementara itu, walikota Seoul, Oh Se-hoon saat ini sedang berada di Eropa dalam kunjungan kerja dan dijadwalkang langsung kembali pulang.
Berita Terkait
-
Ngeri! 59 Tewas dan 150 Terluka pada Perayaan Halloween di Itaewon
-
Horor Perayaan Halloween di Itaewon: 100 Orang Alami Henti Jantung
-
Kenapa 31 Oktober Jadi Perayaan Halloween? Ini Sejarah dan Perkembangannya
-
Mengenal Apa Itu Trick or Treat, Begini Awal Mula Dimainkan saat Halloween Tiba
-
Potret 11 Seleb Ganteng Korea Daftar Wamil Akhir Tahun Ini, Ada Song Kang, Sehun EXO hingga Jin BTS
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik