Suara.com - Jordi Cases, seorang penggemar yang memiliki hak suara sebagai anggota klub Barcelona, mendesak agar Presiden Klub Barca Maria Bartomeu dan wakilnya Javier Faus diperiksa, terkait upaya penghindaraan pajak harga transfer Neymar oleh presiden Barca sebelumnya, Sandro Rossel.
Jordi Cases melalui pengacara, Felipe Izquierdo kepada TV3, Selasa (29/7/2014), seperti dikutip dari Reuters mengatakan Maria dan Javier merupakan anggota dewan klub saat dugaan skandal itu terjadi.
Dia mengungkapkan, setidaknya ada dua alasan keduanya harus ikut diperiksa.
"(Alasan) pertama adalah terkait dengan kantor pajak, yang mana kami tidak terlibat, namun jika ada pembayaran maka itu harus dilakukan oleh mereka (secara pribadi) dan bukan oleh para anggota klub,” ujarnya.
"(Alasan) kedua adalah terdapat lebih dari tiga kontrak dengan Neymar atas klausa yang kami pahami sebagai tidak diperlukan dan tidak ada,” tambah Felipe.
Klub mengklaim bahwa Neymar bernilai sebesar 57,1 juta euro saat didatangkan dari klub Brazil Santos tahun lalu.
Namun pada awal tahun ini Bartomeu mengatakan biaya transfer itu mendekati 100 juta euro setelah 17,1 juta euro dibayarkan kepada Santos dan 40 juta euro dibayarkan sebagai "biaya kompensasi" kepada perusahaan yang dimiliki oleh orang tua Neymar.
Rosell mengundurkan diri pada Januari menyusul tindakan pengadilan Spanyol yang memeriksa kepindahan pemain Brazil itu ke Barcelona, dan ia digantikan Bartomeu.
Faus berkata bahwa dia tidak cemas dengan adanya ancaman.
"Tim hukum kami berkata bahwa tidak ada yang harus ditakutkan," ucapnya pada konferensi pers di Nou Camp. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat
-
Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi
-
Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon
-
KPK Sita 1,3 Kg Emas dan Rp100 Juta dari Rumah Pegawai Pajak di Malang
-
Pihak Febrie Adriansyah Buka Suara Terkait Kematian Sutrimo dan Eksumasi Kepolisian
-
11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan
-
Rupiah Mandek di Rp17.877, Sentimen Pasar Makin Berat
-
Bikin Timnas Indonesia Berantakan, Patrick Kluivert Dilirik Jadi Asisten Xavi di Belanda
-
Jangan Keluar Saat Magrib! Kisah Mengerikan Urang Bunian Segera Hantui Bioskop
-
Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa