Suara.com - Kapten AS Roma Francesco Totti tidak dapat menyembunyikan kekesalannya setelah timnya kalah 2-3 dari Juventus dalam lanjutan Liga Serie-A Italia di Juventus Stadium, Minggu (5/10/2014). Totti mengkritik kepemimpinan wasit Gianluca Rocchi yang dinilai merugikan timnya.
Rocchi memberikan tiga penalti, dua di antaranya untuk Juventus. Dua penalti untuk Juventus memicu kontroversi karena kubu Roma menganggap pelanggaraan terjadi di luar kotak penalti. Carlos Tevez yang dua kali menjadi eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna.
"Sayang sekali setelah apa yang kami lakukan. Kami datang ke Turin untuk menunjukkan permainan kami, tetapi Anda lihat apa yang terjadi dan (siapa) yang mempengaruhi pertandingan," ujar Totti kepada Sky Sport Italia.
Pangeran Roma menyindir kinerja Rocchi selama memimpin pertandingan yang dinilai menguntungkan tuan rumah. Namun meski kecewa, Totti meminta timnya untuk tetap berjalan dengan kepala tegak.
"Selama bertahun-tahun kejadian seperti ini terus terulang. Saya tidak mengerti apakah kami dikalahkan wasit, tapi yang jelas, kami tidak dikalahkan Juventus malam ini," sindir Totti.
Dia menambahkan, Juve seperti memainkan liga mereka sendiri sehingga bisa memenangkan pertandingan dengan cara apapun. Tudingan seperti itu, lanjut Totti, sudah menjadi rahasia umum di Italia.
"Dengan Juventus bila ada keraguan apapun (di lapangan), itu selalu penalti. Saya harus berhenti (bicara) sekarang, sepertinya jika saya terus berbicara, saya akan dihukum," tandasnya. (Scoresway)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung