Suara.com - Presiden Juventus, Andrea Agnelli, mengakui bahwa Liga Serie A Italia masih harus banyak belajar dari Liga Premier Inggris, liga paling bergengsi di Inggris. Terjungkal ke rangking empat UEFA, Serie A patut mencontoh Liga Premier Inggris agar bisa kembali meraih popularitas.
"Juventus adalah satu di antara 10 klub teratas di dunia," kata Agnelli dalam sebuah rapat yang dihadiri para pemegang saham klub hari Jumat (24/10/2014).
"Namun, kita masih berada jauh di belakang klub-klub top Eropa karena keterbatasan struktural sepakbola Italia.
Agnelli lalu menjelaskan, pendapatan yang diraih Juventus memang besar, yakni lebih dari 300 juta Euro. Jumlahnya berlipat ganda jika laga berlangsung di luar negeri.
Namun, itu belum seberapa jika dibandingkan dengan pemasukan klub-klub raksasa Inggris. Menurutnya, kini klub-klub tersebut merasakan buah dari strategi yang sudah mereka terapkan sejak 15 tahun silam.
"Liverpool memiliki sponsor utama yang hanya beroperasi di Asia, Afrika, dan Timur Tengah, bukan di Eropa. Ini menunjukkan daya tarik Liga Premier , sebuah proyek yang sudah dimulai sejak 15 tahun lalu," jelas Agnelli.
Agnelli mengatakan, hanya kerja sama baik dengan Serie A yang bisa membantu mengejar ketertinggalan sepak bola Italia dari Liga Premier Inggris.
"Kemitraan baru bisa meningkatkan pemasukan kita, namun kita harus bahu membahu dengan Serie A. Pengelolaan sepak bola Italia menunjukkan batasan-batasannya musim panas lalu, membuat kita terlihat sangat kuno dan tidak punya kesempatan untuk menang," keluh Agnelli.
Menurut Agnelli, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dibenahi. Hal-hal tersebut antara lain, penguatan tim kedua, kebijakan imigrasi, bisnis televisi yang adil dan stabil, serta menjadikan Liga Premier sebagai acuan. (Football Italia)
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan ke-33: Napoli vs Lazio hingga AS Roma vs Atalanta
-
Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli
-
Klasemen Liga Italia: Inter Makin Kokoh di Puncak, Napoli Tertahan, AC Milan Tumbang
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Nenek Lahir di Jakarta, Eks Anak Asuh Giovanni van Bronckhorst Siap Bela Timnas Indonesia
-
Pertandingan Tanpa Penonton, Bojan Hodak Sebut Jadi Keuntungan Bagi Dewa United
-
Link Live Streaming Arema FC vs Persis Solo: Duel Sesama Tim Bermodal Positif
-
Mantab! Beckham Putra Resmi Jadi Sarjana di Tengah Kesibukannya Sebagai Pemain Persib
-
Persebaya Dipecundangi Madura United, Bernardo Tavares Semprot Wasit dan VAR
-
Statistik Jay Idzes Bikin Kagum, Bawa Sassuolo Hajar Como 1907
-
Menuju Rekor Baru di Persib Bandung, Bojan Hodak Selangkah Lagi Lampaui Indra Thohir
-
Patrick Kluivert Tak Main di Clash of Legends 2026, Takut Tekanan Suporter GBK?
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia