Bola / Liga Spanyol
Selasa, 11 November 2014 | 20:51 WIB
Cristiano Ronaldo mengecup Tropi Sepatu Emas Eropa yang diterimanya pada Rabu (5/11) di Madrid, Spanyol. [Reuters/Sergio Perez].

Suara.com - Mantan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon mengungkapkan lika-liku kepindahan Cristiano Ronaldo dari Manchester United (MU). Calderon menegaskan, Ronaldo tidak diinginkan Presiden Los Galacticos, Florentino Perez.

Menurut Calderon, negosiasi dengan MU dilakukan sebelum dirinya meninggalkan jabatan sebagai Presiden Madrid. Saat itu, Perez ingin membatalkan rekor transfer Ronaldo senilai 80 juta euro.  
    
Bintang Portugal akhirnya mendarat di Santiago Bernabeu pada tahun 2009. Bersama Madrid, Ronaldo menorehkan sejumlah prestasi. Selain membantu Madrid meraih La Decima Liga Champions, baru-baru ini, CR7 memenangkan penghargaan Sepatu Emas Eropa untuk ketiga kalinya.

"Ketika Florentino menjadi presiden dan datang ke klub, dia ingin menunda (negosiasi). Dia merasa (transfer) itu sangat mahal," ujar Calderon kepada Revista.

Calderon menceritakan proses negosiasi dengan MU tidak berjalan mudah dan berlangsung lama. Pasalnya, awalnya MU tidak berniat melepas bintangnya itu.

"Saya berbicara dengan (mantan CEO MU) David Gill tentang penjualan pemain, tapi dia berkata 'tidak'. Mereka mengatakan 'kami tidak menjual Cristiano, kami tidak ingin dia pergi'.  Tapi pemain ingin pergi," katanya.

Calderon kemudian menjelaskan bagaimana akhirnya Ronaldo bermain untuk Madrid.

"Dia menelepon saya dan mengatakan 'presiden, saya sangat menyesal tapi saya tidak bisa pergi tahun ini, saya memiliki komitmen dengan Sir Alex Ferguson yang secara profesional sudah seperti ayah saya. Jangan khawatir, saya akan pergi tahun depan," kata Calderon menirukan Ronaldo.

Ferguson, lanjut dia, tidak ingin Ronaldo pindah ke Madrid jika meninggalkan Old Trafford. MU ingin menjual Ronaldo ke rival abadi Madrid, Barcelona.

"Mereka menawarkan dia ke Barcelona di antara klub lainnya. Barcelona mengatakan 'kami bersedia membayar apa yang Anda minta'. Tapi yang penting pemain mengatakan 'tidak', Real Madrid atau tidak (klub lain)," ungkapnya. (Skysports)

Load More