Suara.com - Dua mantan Timnas U-19 yakni Muchlis Hadi Ning dan Maldini Pali, akhirnya bergabung dalam sesi latihan bersama PSM di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Ini merupakan latihan perdana yang diikuti keduanya usai manajemen memutuskan pembubaran tim Juku Eja setelah tersingkir di Piala Jenderal Sudirman 2015.
"Baik Muchlis dan Maldini Pali sudah langsung mengikuti program yang disiapkan tim pelatih. Kita memang sudah menunggu keduanya dalam latihan persiapan menghadapi Indonesia Super Competition (ISC) April mendatang," kata Asisten Pelatih PSM, Syamsuddin Batola usai memimpin latihan hari ini.
Sebelumnya, baik Maldini dan Muchlis telah memperkuat tim amatir di liga tarkam yang digelar di Palopo. Sementara Muchlis, pemain ini lebih fokus memulihkan kondisinya di kampung halamannya.
Media Officer PSM, Ramli Manong mengatakan sebelum pemain tersebut berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan PS Polri, pihaknya memang meminta yang bersangkutan untuk lebih dahulu mengikuti latihan di Makassar.
"Kita memang sudah memanggil seluruh pemain untuk kembali mengikuti latihan di bawah komando Luciano Leandro," jelasnya.
Direktur Klub PSM, Sumirlan sejak awal juga sudah meminta seluruh pemain yang tetap dipanggil masuk dalam skuad PSM untuk hadir dan mengikuti latihan perdana yang dipimpin langsung Pelatih kepala Luciano Leandro di Lapangan karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Februari 2016.
Ia menjelaskan progran latihan ini memang penting karena merupakan program latihan yang pertama dari pelatih asal Brasil tersebut.
Untuk beberapa pemain yang tetap dipanggil seperti Syamsul Chaeruddin, Rasyid Bakri, Ardan Aras, Hendra Wijaya, Maldini Pali serta Muchlis Hadi Ning.
Dengan hadirnya Muchlis dan Maldnini maka tinggal satu pemain yang belum sekalipun bergabung yakni Syamsul Chaeruddin.
"Kita meminta seluruh pemain untuk fokus dalam mengikuti setiap program dari pelatih. Kita juga memberikan kebebasan bagi pelatih kepala untuk menentukan siapa pemain yang akan direkrut dalam tim menghadapi ISC 2016," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Utang BGN Tembus Rp1,6 Triliun, Ini Daftar Tunggakannya ke Pihak Ketiga
-
Cerita di Balik Spanduk Malvinas: Dibuat dari Seprai Hotel dan Diselundupkan Diam-diam
-
Bikin Candu Warganet, Apa Sih Makna Lagu 'Sakedung Kading' yang Lagi Viral?
-
Sikat Mafia Lingkungan dan Korporasi SDA, Bareskrim Fokus 'Follow The Money' dan Sita Aset
-
Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak