- Badan Gizi Nasional melaporkan realisasi kinerja Program Makan Bergizi Gratis sepanjang 2025 hanya mencapai 59 persen dari target.
- Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut penyerapan anggaran dan dukungan manajemen SPPI belum berjalan optimal di Jakarta.
- Total belanja BGN tahun 2025 mencapai Rp51,5 triliun dari total pagu anggaran sebesar Rp85,2 triliun secara keseluruhan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui realisasi kinerja salah satu indikator Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 2025 belum mencapai target. Capaian program tersebut baru menyentuh sekitar 59 persen dari target yang telah ditetapkan.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan rendahnya realisasi tersebut sejalan dengan penyerapan anggaran yang juga belum optimal. Selain itu, dukungan manajemen, termasuk Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), juga belum terealisasi secara penuh.
"Ada yang tidak tercapai dari sisi kinerja, alokasi anggaran Rp18,7 triliun itu realisasi anggarannya Rp11 triliun sekian. Capaian kami hanya 59 persen, artinya secara kinerja belum memenuhi target. Selain itu dari dukungan manajemen SPPI, anggaran dan realisasinya tidak 100 persen," kata Agustina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Agustina menjelaskan indikator tersebut merupakan bagian dari Program MBG yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga melaporkan total realisasi belanja BGN sepanjang 2025 mencapai Rp51,5 triliun atau sekitar 60,49 persen dari pagu anggaran sebesar Rp85,2 triliun.
Selain memaparkan capaian kinerja, Agustina mengungkapkan BGN masih memiliki potensi tagihan kepada pihak ketiga senilai Rp743 miliar yang perlu diselesaikan.
Ia juga menjelaskan bahwa pembayaran pengadaan motor listrik telah dilunasi pada 2026 melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). Namun, aset tersebut belum dapat dicatat sebagai aset peralatan dan mesin definitif karena masih menjadi bagian dari proses penyidikan Kejaksaan Agung.
Berita Terkait
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini
-
BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur
-
BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bikin Candu Warganet, Apa Sih Makna Lagu 'Sakedung Kading' yang Lagi Viral?
-
Sikat Mafia Lingkungan dan Korporasi SDA, Bareskrim Fokus 'Follow The Money' dan Sita Aset
-
Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak
-
Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%
-
Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu