Suara.com - Luyanda Ntshangase, pesepakbola dari tim strata tertinggi Afrika Selatan (Afsel) Maritzburg United, meninggal dunia pada Jumat (4/5/2018), dua bulan setelah tersambar petir pada pertandingan persahabatan.
Pemain 21 tahun itu mengalami koma sejak insiden yang terjadi pada 1 Maret itu. Pihak klub mengatakan bahwa Luyanda sudah tidak mampu lagi berjuang dari koma.
"Klub mendapat informasi duka itu dari pihak keluarga pada pukul 14.00 (waktu setempat)," kata Direktur Maritzburg Farook Kadodia dalam pernyataannya, dikutip dari laman klub, Sabtu (5/5/2018).
"Kami sangat bersedih mengenai meninggalnya Luyanda, pemain muda yang menarik dengan potensi luar biasa," lanjut Kadodia.
"Klub akan membantu biaya dan upacara pemakaman. Atas nama klub Maritzburg United, kami ingin menyampaikan bela sungkawa yang tulus dari kami kepada keluarga Ntshangase yang tengah berkabung," tandasnya.
Ntshangase, yang melakukan debutnya saat melawan Kaizer Chiefs pada Oktober 2016, merupakan pemain Maritzburg ketiga yang meninggal dunia dalam rentang waktu dua tahun.
Dua pemain sebelumnya, yakni Mondli Cele (27) dan Mlondi Dlamini (20), meninggal dunia dalam insiden kecelakaan mobil yang terpisah.
Maritzburg United saat ini menghuni peringkat keempat di liga negara tersebut, dan juga mencapai final Piala Afrika Selatan yang akan dimainkan pada 19 Mei.
Baca Juga: KPK Dalami Suap Rp 2,8 Miliar yang Diterima Asrun
Berita Terkait
-
Republik Ceko Ditahan Afrika Selatan 1-1, Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Makin Ketat
-
Link Live Streaming Republik Ceko vs Afrika Selatan: Laga Panas Buru Kemenangan Perdana!
-
Sanksi Themba Zwane Diputus FIFA, Pelatih Afrika Selatan Ajukan Banding Resmi
-
Prediksi Ceko vs Afrika Selatan: Kalah Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Republik Ceko vs Afrika Selatan Piala Dunia 2026, Laga Panas Pasti Saling Ngotot
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman
-
Susunan Pemain Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026, Panggung Pembuktian Ao Tanaka
-
Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya