Suara.com - Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menuturkan, kemenangan telak yang diraih Sriwijaya FC atas PSIS Semarang, lantaran hasil kerja keras yang dilakukan seluruh penggawa Laskar Wong Kito di lapangan hijau.
Menurut RD, sapaan akrabnya, motivasi bermain anak didiknya sangat tinggi dan telah melupakan kekalahan kontra PSMS Medan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, SFC sepanjang permainan terus memberikan tekanan kepada pemain Laskar Mahesa Jenar.
"Kita tidak memberikan kesempatan bagi mereka (PSIS) untuk mengembangkan permainan. Meski demikian, setidaknya, ada dua peluang bagi mereka. Dan, selebihnya anak-anak bermain dengan baik," tegas RD saat press confrence usai pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya (GSJ), Palembang, Sumsel (22/5/1/2018).
Pelatih asal Metro Lampung ini pun mengapreasiasi Hamka Hamzah dan kawan-kawan yang mampu memanfaatkan setiap peluang yang dimulai dari serangan sayap (wing attack).
Setidaknya, dua dari empat gol yang tercipta, bermula dari serangan sayap untuk membongkar pertahanan PSIS Semarang.
"Wings play kita cukup maksimal. Ini kerja keras setiap tim," ujarnya.
Pun begitu dengan dua gol yang tercipta dari situasi bola mati. RD mengaku jika selama latihan, penggawa SFC memfokuskan simulasi tendangan penjuru (corner kick).
"Ada waktu kita latihan (corner) itu. Dan lagi-lagi cukup maksimal. Kita banyak belajar saat menghadapi PSMS Medan. Saat itu, kita melakukan 11 sepak pojok tapi tidak ada yang dikonversikan menjadi sebuah gol. Berbeda hasilnya malam ini, anak-anak bermain apik dan maksimal memanfaatkan sepak pojok," kata dia.
Baca Juga: Lumat PSIS di Jakabaring, Sriwijaya FC Beranjak ke Tiga Besar
Sementara, Striker SFC Beto Goncalvez mengaku, kemenangan atas PSIS Semarang merupakan kemenangan seluruh tim.
"Kuncinya fokus. Kita minta kepada seluruh tim di segala lini, untuk melakukannya," pungkasnya. [Andhiko Tungga Alam]
Berita Terkait
-
Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
-
Persipura Jayapura Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen: Kami Fokus di Papan Atas
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia
-
Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Link Live Streaming Bayern Munich vs Real Madrid: Laga Hidup Mati Sesungguhnya!
-
Bojan Hodak Beberkan Kondisi Persib Bandung Usai Kalahkan Bali United
-
FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?
-
Rahasia Dibongkar Diego Simeone: Ini Faktor X di Balik Comeback Atletico Singkirkan Barcelona
-
Drawing Piala Asia 2027 Digelar di Riyadh, Timnas Indonesia Terancam Hadapi Raksasa di Fase Grup
-
Tak Terima Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Joan Laporta Bakal Gugat UEFA
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Banjir Gol, Timnas Laos Kandaskan Perlawanan Filipina
-
Petaka Timnas Perancis, Striker Rp 1,7 Triliun Absen di Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
-
Kurniawan Beberkan Evaluasi Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia