Suara.com - Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengeluhkan kepemimpinan wasit pada laga melawan Borneo FC di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Minggu (27/5/2018). Menurutnya, wasit di laga itu kurang tegas.
Laga itu sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1. Masing-masing gol dicetak oleh Marlon da Silva De Moura menit 26 dan Marinus Wanewar menit 62.
Simon menilai bahwa wasit kurang memberikan tindakan tegas di laga terutama di babak kedua. Terlihat, pengadil lapangan tersebut banyak membiarkan tekel tekel keras dan tak memberikan hukuman kartu.
"Mungkin kepemimpinan wasit di pertandingan kali ini harusnya bisa lebih tegas lagi karena dia kasih kartu kuning di awal-awal karena tekel keras. Setelah itu dia membiarkan tekel keras tanpa ada kartu dan akhirnya sampai antar bens saling bersautan saling meneriaki," kata Simon.
"Itu bukan karena pertandingan tapi karena memang pertandingan kedua tim sangat bagus, keduanya ingin menang, cuma wasit membiarkan hal-hal yang seperti tekel keras terus terjadi," tambahnya.
Pelatih asal Skotlandia itu menambahkan Indonesia hanya kekurangan wasit berkualitas. Sejatinya, pertandingan yang ada di Indonesia sudah sangatlah baik.
"Jadi sebenarnya kita membutuhkan wasit yang kuat untuk memimpin pertandingan yang seperti ini. Tapi kita tidak punya wasit yang seperti itu di pertandingan tadi. Memang hasil yang mengecewakan," ujarnya.
Meski gagal mendapat poin penuh di kandang, Bhayangkara FC tetap puas. Sebab di laga tersebut Hargianto dan kawan-kawan menguasai jalannya pertandingan.
"Dari Bhayangkara sudah ada performa yang bagus, kami mendominasi di babak pertama walaupun kami membuat kesalahan, baik di babak keduapun kita mendominasi pertandingan, kita dapat gol yang kita inginkan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Breaking News! Nadeo Argawinata Resmi Gabung Persija
-
Nadeo Argawinata Selangkah Lagi Gabung Persija? Begini Faktanya
-
Mulai Berlangsung November Mendatang, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan di League Cup
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?