Suara.com - Piala Dunia 2018 siap dihelat dua hari lagi. Sebelum menikmati aksi 32 negara peserta di Rusia nanti, ada baiknya kita sedikit flashback terkait gelaran pesta sepakbola terakbar di jagat raya itu pada edisi-edisi sebelumya.
Suara.com akan menyajikan kilas balik Piala Dunia, khususnya lima edisi terakhir, yakni mulai dari Piala Dunia 1998 di akhir abad ke-20, hingga yang memasuki milenium anyar, mulai dari edisi 2002, 2006, 2010 dan 2014.
Untuk kali ini, Suara.com akan menyajikan tujuh fakta menarik dari Piala Dunia 1998, di mana Timnas Prancis sukses jadi kampiun di negeri mereka sendiri, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Piala Dunia 1998 adalah tonggak sejarah turnamen sepakbola empat tahunan itu diikuti 32 negara peserta. Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat menjadi kali terakhir Piala Dunia diikuti 24 tim.
2. Mulai dari gol perdana turnamen yang dicetak gelandang Timnas Brasil Cesar Sampaio ke gawang Skotlandia, hingga gol tendangan kaki kiri pilar Prancis Emmanuel Petit ke gawang Brasil di partai puncak, total 171 gol lahir di gelaran Piala Dunia 1998, yang menjadi rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia (bersama dengan Piala Dunia 2014 yang juga melahirkan 171 gol).
3. Prancis arahan pelatih Aime Jacquet yang dikapteni Didier Deschamps - yang kini menjabat pelatih kepala Les Bleus, tak terbendung untuk menjadi juara. Tampil sebagai tuan rumah turnamen, Prancis mempermalukan juara bertahan Brasil dengan skor mencolok 3-0. Zinedine Zidane menjadi pahlawan Les Bleus dengan sumbangan dwigolnya, yang keduanya dicetak sang playmaker lewat tandukannya.
4. Partai final antara Prancis vs Brasil tersebut pun menyisakan cerita menarik nan memorable. Anda tentu masih ingat dengan Ronaldo, striker plontos legendaris Brasil yang jadi tumpuan tim kala itu. Apa yang terjadi pada Il Fenomeno -julukan Ronaldo- sehari jelang partai puncak kontra Prancis memang masih jadi misteri hingga detik ini. Ya, Ronaldo mengalami kejang-kejang hingga bagian mulutnya mengeluarkan busa. Beberapa versi pemberitaan menyebut Ronaldo mengidap epilepsi, namun teori-teori konspirasi -yang hingga kini tak bisa dibuktikan- pun menyeruak, mulai dari Ronaldo diracun pihak Prancis lewat makanan, Ronaldo overdosis obat-obatan terlarang, hingga dokter tim salah memberikan obat. Apapun itu, Ronaldo keesokan harinya tampil melempem sepanjang 90 menit di laga final. Pergerakannya selalu mampu diantisipasi, sang bintang pun terlihat tidak bertenaga untuk bermain. Brasil kemudian menelan kekalahan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni 0-3 (rekor tersebut patah di Piala Dunia 2014 ketika Brasil tumbang 0-7 dari Jerman di semifinal).
5. Bek andalan Prancis Laurent Blanc mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia. Piala Dunia 1998 memang memberlakukan sistem golden goal pada fase gugur. Tim yang pertama kali mencetak gol pada perpanjangan waktu akan langsung dinyatakan sebagai pemenang. Pada fase 16 besar melawan Paraguay, Blanc membobol gawang Jose Chilavert pada menit ke-113 untuk membawa Prancis lolos ke babak berikutnya. Otomatis, gol kemenangan Blanc tersebut menjadi golden goal pertama sepanjang sejarah Piala Dunia. Sistem golden goal sendiri hanya dipertahankan hingga Piala Dunia berikutnya di Jepang dan Korea Selatan.
6. Playmaker Timnas Kroasia, Robert Prosinecki, pun mencetak rekor tersendiri dengan menjadi pemain yang pernah tampil untuk dua negara berbeda di Piala Dunia. Prosinecki pertama kali membela panji Yugoslavia di Piala Dunia 1990 Italia. Delapan tahun berselang, Prosinecki yang kala itu memang sudah berstatus pemain senior, hadir dengan kostum Kroasia yang merupakan negara pecahan Yugoslavia.
7. Siapa yang tak kenal dengan hooligan, kumpulan suporter garis keras yang selalu mendukung Timnas Inggris di setiap turnamen besar. Di Prancis '98, hooligan membuat ulah yang cukup ekstrem. Pada pertandingan perdana babak fase grup melawan Tunisia, fans Inggris melakukan keributan di penjuru kota Marseille. Suasana sempat mencekam, ebelum akhirnya lebih dari ratusan fans diciduk karena mabuk-mabukan. Aksi kekerasan suporter di Piala Dunia 1998 juga meminta korban. Seorang polisi Prancis bernama Daniel Nivel koma setelah diserang fans Timnas Jerman yang hendak menyaksikan pertandingan melawan Yugoslavia di Lens. Para pelaku diduga berasal dari kelompok Neo-Nazi dan setelah sadar dari koma, federasi Jerman memberikan santunan kepada Nivel yang harus cacat seumur hidup.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Soal Talenta, John Herdman Temukan Kegagalan Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert
-
Gaji 5 Kali Lipat Tak Cukup, Pemain dengan 8 Caps Timnas Jerman Tolak Pinangan Persija
-
Ivar Jenner Obsesi Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
-
Infantino Sebut Maroko Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Achraf Hakimi Cs Bukan Lagi Kuda Hitam
-
3 Agenda Krusial Kurniawan Dwi Yulianto di Tahun 2026 Bersama Timnas Indonesia U-17
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Berharap Timnas Indonesia juga Bisa Sehebat Tim Futsal
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding
-
Kutukan Iran Terhadap Pelatih Spanyol, Indonesia Punya Peluang di Final Piala Futsal Asia 2026?