Suara.com - Piala Dunia 2018 siap dihelat dua hari lagi. Sebelum menikmati aksi 32 negara peserta di Rusia nanti, ada baiknya kita sedikit flashback terkait gelaran pesta sepakbola terakbar di jagat raya itu pada edisi-edisi sebelumya.
Suara.com menyajikan kilas balik Piala Dunia, khususnya lima edisi terakhir, mulai dari Piala Dunia 1998 di akhir abad ke-20 hingga yang memasuki milenium anyar, mulai dari edisi 2002, 2006, 2010 dan 2014.
Setelah menampilkan sederet fakta menarik dari Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2002, kali ini Suara.com akan menampilkan tujuh fakta menarik dari gelaran Piala Dunia 2006, di mana Jerman hadir sebagai tuan rumah dan Italia keluar sebagai juara usai mengalahkan Prancis di final lewat adu penalti, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Koletivitas jadi kunci Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Dalam urusan mencetak gol, 10 pemain berbeda menyumbang gol untuk Gli Azzuri di sepanjang turnamen. Praktis tak ada satupun pemain dari skuat Italia yang mencetak lebih dari dua gol di Piala Dunia 2006.
2. Dua rekor unik lahir di Piala Dunia 2006. Pertama, jumlah gol bunuh diri terbanyak dengan empat gol, atau sama dengan yang tercipta pada Piala Dunia 1954 dan 1998. Kedua, gol perdana dan pamungkas pada Piala Dunia 2006 dicetak oleh seorang pemain belakang, untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Fullback Jerman Philipp Lahm mencetak gol pembuka turnamen, sedangkan bek tengah Italia Marco Materazzi mencetak gol terakhir, yakni di laga final kontra Prancis.
3. Gol ke-2000 dalam sejarah Piala Dunia lahir di Jerman '06. Sang pencetak gol adalah striker Swedia, Marcus Allback, ketika bermain imbang kontra Inggris dengan skor 2-2 di babak fase grup.
4. Piala Dunia 2006 masih tercatat sebagai Piala Dunia dengan jumlah kartu terbanyak yang dikeluarkan oleh wasit. Total 345 kartu kuning dan 28 kartu merah mewarnai Jerman '06, mengalahkan rekor di Piala Dunia 1998. Salah satu highlight dari turnamen ini sendiri adalah laga panas nan keras antara Portugal kontra Belanda di babak 16 besar, yang berakhir dengan 16 kartu kuning dan empat kartu merah keluar dari kantong wasit Valentin Ivanov. Lucunya, rekor kartu kuning terbanyak yang diterima seorang pemain pada satu pertandingan Piala Dunia juga terjadi di Jerman. Wasit Graham Poll melakukan kekhilafan dan secara luar biasa perlu mengeluarkan tiga kartu kuning untuk mengusir bek Kroasia Josep Simunic dari lapangan!
5. Di partai final Piala Dunia 2006, bintang Prancis Zinedine Zidane melakukan tindakan tercela yang merugikan timnya. Laga antara Prancis kontra Italia harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Prancis unggul lebih dulu lewat penalti Zidane sebelum dibalas tandukan Materazzi. Dua pemain itu pun lantas jadi aktor utama pada babak extra-time ini. Terlibat adu mulut, Zidane tiba-tiba saja menanduk dada Materazzi hingga sang bek terjatuh. Tindakan emosional Zidane itu pun tak luput dari pengamatan wasit Horacio Elizondo yang langsung mengeluarkan kartu merah. Akhir menyedihkan bagi Zidane yang memang sudah merencanakan pensiun dari timnas usai Piala Dunia. Setelah Zidane keluar lapangan, Prancis akhirnya harus menyerah dari Italia dalam drama adu penalti. Zidane sendiri menyatakan tidak bangga dengan aksinya tersebut, meski kabarnya tandukan itu dilakukan karena provokasi Materazzi yang menghina ibu serta keluarga sang playmaker berkepala plontos.
6. Portugal akhirnya lolos ke semifinal Piala Dunia, setelah harus menunggu 40 tahun pasca era keemasan Eusebio. Selecao das Quina -julukan Portugal- menyingkirkan Inggris 3-1 di perempatfinal lewat drama adu penalti setelah waktu normal berakhir 0-0. Pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari, sendiri sukses menyingkirkan Inggris besutan Sven-Goran Eriksson pada tiga turnamen besat. Sebelumnya, Big Phil -julukan Scolari- membawa Brasil menyingkirkan Inggris di perempatfinal Piala Dunia 2002 dan kemudian membawa Portugal mempermalukan Three Lions -julukan Inggris- di Piala Eropa dua tahun berikutnya.
7. Tersingkirnya Swiss dari Ukraina lewat adu penalti pada babak 16 besar menciptakan rekor tersendiri. Swiss menjadi tim pertama yang gagal mencetak satu pun penalti pada babak tos-tosan, namun juga menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia tanpa kebobolan satu gol pun. Bahkan, luar biasanya belum ada satu tim pun yang pernah tak kebobolan sama sekali pada waktu normal dalam satu Piala Dunia.
Berita Terkait
-
Siapa Nomor 10 Timnas Inggris di Piala Dunia 2026? Jude Bellingham atau Morgan Rogers
-
Siapa Raja Lini Tengah Grup D Piala Dunia 2026? Pulisic, Irvine, dan Calhanoglu Jadi Sorotan
-
Peta Kekuatan Grup D Piala Dunia 2026: Potensi Turki, dan Amerika yang Tak Mau Malu di Rumah Sendiri
-
Timnas Yordania di Piala Dunia 2026, Mousa Al Tamari Memimpin, Yazan Al Naimat Resmi Absen
-
Frenkie de Jong Tetap Tenang usai Belanda Tumbang dari Aljazair Jelang Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Siapa Nomor 10 Timnas Inggris di Piala Dunia 2026? Jude Bellingham atau Morgan Rogers
-
Persija Umumkan Lepas Allano Lima Meski Ingin Bertahan
-
Siapa Raja Lini Tengah Grup D Piala Dunia 2026? Pulisic, Irvine, dan Calhanoglu Jadi Sorotan
-
Mees Hilgers ke Lenteng Agung, Ziarah hingga Main Bola Bareng Anak-anak
-
Peta Kekuatan Grup D Piala Dunia 2026: Potensi Turki, dan Amerika yang Tak Mau Malu di Rumah Sendiri
-
Emil Audero Pernah Jadi Korban, Posisi Maarten Paes Terancam Saat Ajax Bidik Yann Sommer
-
Erling Haaland ke Real Madrid Jika Enrique Riquelme Jadi Presiden
-
Bojan Hodak Tinggalkan Persib, Kasih Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Timnas Yordania di Piala Dunia 2026, Mousa Al Tamari Memimpin, Yazan Al Naimat Resmi Absen
-
Frenkie de Jong Tetap Tenang usai Belanda Tumbang dari Aljazair Jelang Piala Dunia 2026