Walker, fullback andalan Tottenham Hotspur yang di laga ini dipasang sebagai salah satu dari tiga centre-back Inggris, menyikut striker Tunisia Fakhreddine Ben Youssef di dalam kotak terlarang.
Wasit asal Kolombia Wilmar Roldan pun tanpa keraguan menghadiahi penalti untuk Tunisia. Sassi yang menjadi eksekutor penalti pun berhasil menyamakan kedudukan pada menit 35. Kiper Inggris Jordan Pickford sebenarnya sukses menebak arah bola ke sisi kanan gawang, tapi gagal menahan sepakan Sassi yang memang keras dan terarah.
Setelah kebobolan, Inggris, yang unggul jauh dari segi penguasaan bola, kembali bernafsu menyerang pertahan Tunisia. Sederet peluang didapat, namun buruknya penyelesaian akhir membuat Inggris urung mendapatkan gol kedua mereka.
Terlebih Lingard, gelandang Manchester United, yang tercatat menyia-nyiakan tiga peluang bagus Inggris untuk menjadi gol. Tak ada gol lagi yang tercipta, skor 1-1 bertahan hingga babak pertama rampung.
Babak Kedua
Seperti di babak pertama, Inggris langsung tancap gas di awal babak kedua. Kedua wing-back, Ashley Young dan Kieran Trippier sangat aktif menyerang dari flank.
Namun, Tunisia yang bertahan secara kolektif membuat armada Southgate bak kehilangan akal di 10 menit awal paruh kedua.
Sudah lebih dari satu jam laga berjalan, permainan Inggris masih belum berkembang. Meski memainkan Alli dan Lingard, dua gelandang serang yang bertipe mirip secara bersamaan, dan hanya memplot satu gelandang sentral, yakni Henderson, Inggris minim kreatifitas dalam membangun serangan. Penyegaran mungkin bisa menjadi pilihan bagi Southgate.
Well, penyegaran yang ditunggu pun tiba. Southgate memasukkan bintang muda Manchester United Marcus Rashford untuk menggantikan Sterling.
Menit 69, Inggris kembali mengancam. Namun, tendangan bebas melengkung Trippier masih sedikit melebar dari gawang Ben Mustapha
Setelah sekian lama tertekan, Tunisia mulai mengendalikan permainan. Namun, anak asuh Nabil Maaloul masih kesulitan untuk menembusa pertahanan Inggris yang diperkuat tiga bek tengah.
Menit 72, tendangan bintang sekaligus kapten Tunisia Wahbi Khazri masih bisa diblok John Stones. Tak lama, tembakan Naim Sliti dari luar kotak penalti masih menyamping dari sasaran.
Tujuh menit berselang, Inggris kembali memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Three Lions kembali menghadapi situasi tendangan bebas. Trippier yang beberapa menit sebelumnya gagal menyingkir, kali ini Young maju sebagai eksekutor. Sayang, sepakan pemain serbabisa Manchester United itu melayang tipis di atas gawang Tunisia.
Menit 80, Alli harus memberikan tempatnya kepada bintang muda Chelsea yang musim lalu dipinjamkan ke Crystal Palace, Ruben Loftus-Cheek.
Menit 83, penetrasi Rashford ke kotak penalti harus berakhir dengan tendangan pojok setelah dirinya dikepung oleh tiga pemain lawan.
Inggris terus mengepung pertahanan Tunisia, mereka mencari celah untuk mencuri kesempatan mencetak gol kemenangan. Namun hingga waktu normal usai Three Lions masih mengalami kebuntuan. Ofisial di tepi lapangan pun memberikan waktu tambahan empat menit.
Luar biasa, Kane! Menit 90+1, penyerang andalan sekaligus kapten Inggris itu muncul sebagai pahlawan timnya. Sebuah umpan sepak pojok disundul bek Harry Maguire. Kane yang berdiri bebas di mulut gawang Tunisia pun menyambar bola dengan tandukan lagi untuk menjadi gol!
Gol Kane ini sendiri adalah gol pamungkas di partai ini dan menjadi gol kemenangan Inggris. Sampai peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk kemenangan Inggris tetap bertahan.
Susunan Pemain
Tunisia XI (4-5-1): Hassen/Ben Mustapha; Bronn, S.Ben Youssef, Meriah, Maaloul; Skhiri, Sassi, Sliti/Ben Amor, Khazri/Khalifa, Badri; F.Ben Youssef.
Pelatih: Nabil Maaloul
Inggris XI (3-5-2): Pickford; Walker, Stones, Maguire; Trippier, Alli/Loftus-Cheek, Henderson, Lingard/Dier, Young; Sterling/Rashford, Kane.
Pelatih: Gareth Southgate
Berita Terkait
-
Bintang Manchester United Yakin Timnas Inggris Bisa Juara Piala Dunia 2026
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026
-
Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Opta: Spanyol Ungguli Inggris, Prancis, dan Argentina
-
FIFA Perketat VAR di Piala Dunia 2026, Taktik Bola Mati Ala Inggris Bisa Dianulir
-
Resmi Pensiun, James Milner Tulis Pesan Menyentuh untuk Leeds United
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko
-
Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia
-
Egy Maulana Vikri Tak Pilih-pilih Ajang, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF atau FIFA Matchday
-
Bukan Lagi Kuda Hitam! Revolusi Taktik dan Generasi Emas Jadikan Maroko Penantang Juara Piala Dunia
-
Rebutan Sebelum Piala Dunia! Arsenal dan Bayern Munich Sikut-sikutan demi 'Monster' Muda
-
Persib Bandung Hattrick Juara, Terima Bonus Rp1 Miliar dari KDM
-
Persis Solo Turun Kasta, Komisaris Klub Minta Suporter Tenang: Manajemen Sedang Bergerak!
-
Jari Emiliano Martinez Retak, Absen Bela Timnas Argentina di Piala Dunia 2026?
-
Bukan Jangka Panjang, Ini Alasan Andoni Iraola Hanya Mau 2 Tahun di Liverpool
-
Sumber: Gelandang Atalanta Ederson Sepakat Gabung Manchester United Senilai Rp 845 Miliar