Suara.com - Persebaya Surabaya menelan kekalahan 0-1 dari tim tuan rumah PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2018. Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera menyebut skuatnya kurang beruntung sehingga kalah dalam laga ini.
Pada laga di Stadion Madya Magelang, Minggu (22/7/2018) sore, sepanjang babak pertama, kedua tim menunjukkan permainan menyerang dengan transisi cepat. Persebaya harus mendapat dua kartu kuning membuat Oktafianus Fernando terusir dari pertandingan ini di menit ke-41. Tapi hingga turun minum, tak ada gol yang tercipta.
Keunggulan jumlah pemain membuat PSIS berani menyerang ke pertahanan Persebaya. Gawang Persebaya yang dikawal Miswar Saputra harus bergetar pada menit 50 melalui Komarudin. Mendapatkan umpan terobosan dari Muhamad Yunus di depan kotak, kawalan terhadap Komarudin dilakukan oleh OK John, namun ia bisa melepaskan diri dan memecah kebuntuan. PSIS unggul 1-0 atas Persebaya lebih dulu.
Pada menit ke-55, penguasaan bola menjadi milik Persebaya. Kerjasama di lini depan Persebaya bisa berjalan dengan baik. Hanya saja, umpan lob Irfan Jaya bisa diamankan dengan baik oleh Jandia Eka, kiper PSIS. Masih belum berhasil upaya Persebaya menyamakan kedudukan.
Sebuah serangan dari tuan rumah berhasil dihentikan dengan apik oleh Onorionde Kughegbe John alias OK John pada menit ke-64. Dia sukses menghalau bola yang masuk ke kotak penalti. Sayang, akibat salah jatuh, otot kaki pemain yang menyandang status sebagai WNI 19 Februari 2018 lalu tertarik dan tak bisa melanjutkan laga. Peran OK John lantas digantikan oleh Fandry Imbiri.
Masih tertinggal 1-0 hingga menit 70 tak membuat tim kebanggaan Bonek ini menyerah. Persebaya terus membangun serangan untuk menyamakan kedudukan. Salah satunya melalui Irfan Jaya menyisir dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti PSSI. Ada David Aparecido da Silva yang mampu menyambar bola, tapi belum maksimal.
Tak berselang lama, Persebaya menciptakan momentum. Ya, PSIS mendapat tekanan dari sepak pojok, tapi sundulan Otavio Dutra melambung di atas mistar. Kemudian bola kiriman Irfan Jaya dari sepak pojok belum ke sampai dalam kotak tak bisa dimanfaatkan menjadi gol. Persebaya masih tertinggal 0-1 dari PSIS.
Di penghujung laga, PSIS bermain bertahan. Bola dalam penguasaan Persebaya, tendangan bebas diambil Robertino Pugliara diarahkan kepada David da Silva namun sesaat setelah menerimanya, bola bisa dihalau keluar lagi dari kotak. Di masa tambahan waktu, sepakan keras Ruben Sanadi hanya mengenai sisi jala. PSIS pun menumpuk nyaris seluruh pemainnya di dalam kotak penalti. PSIS pun mampu mempertahankan kedudukan.
Menurut pengakuan pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera, bahwa para pemainnya kurang beruntung.
"Mungkin kami kurang beruntung. Memang kami (Oktavianus Fernando) terkena kartu merah, dan PSIS punya kesempatan. Namun kami berusaha mengejar dan kurang beruntung," ujar Alfredo seusai pertandingan.
Senada dengan Alfredo, Raphael Maitimo merasa bahwa tim kurang beruntung. Meski begitu ia sempat optimistis bisa meraih kemenangan di laga tersebut. "Benar, kami cukup bagus bermain, hanya kurang beruntung saja," ujarnya.
Susunan pemain PSIS vs Persebaya
PSIS Semarang : Jandia Eka Putra (GK), Frendi Saputra, Haudi Abdilah (C), Safrudin Tahar, Bayu Nugroho, Ibrahim Conteh, M Yunus, Makatindu, Hari N Yulianto, Komarudin
Sub - Joko Ribowo, Akbar Riansyah, Gilang Ginarsyah, Rio Saputro, Hafid Ibrahim, Abi Lanju, Bruno Silva
Persebaya Surabaya : Miswar (GK), OK Jhon, Dutra, Ruben Sanadi, M Hidayat, Osvaldo Haay, Maitimo, Robertino Pugliara, Oktavianus Fernando (C), Rishadi Fauzi
Sub - Alfonsius Kelvan, Fandry Imbiri, Abu Rizal Maulana, Misbakus Solikin, Rendi Irwan, Da Silva, Ricky Kayame (Dimas Angga P)
Berita Terkait
-
Tak Diperpanjang Klub, Bruno Paraiba Resmi Tinggalkan Persebaya Surabaya
-
Live Streaming Semen Padang vs Persebaya: Ambisi Bernardo Tavares Hapus Kutukan
-
Bernardo Tavares Minta Persebaya Tak Remehkan Semen Padang
-
Dipastikan Degradasi, Semen Padang Janji Tetap Profesional saat Hadapi Persebaya Surabaya
-
Head to Head Semen Padang vs Persebaya Surabaya: Laga Pamit Kabau Sirah
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions