Suara.com - Aroma Portugal ditunjukkan klub promosi Liga Primer Inggris, Wolverhampton Wanderers usai berhasil mendatangkan gelandang sarat pengalaman Joao Moutinho.
Ya, Menghadapi debutnya di musim kompetisi Liga Premier 2018/2019, klub yang bermarkas di Molineux Stadium tersebut tampaknya mempersiapkan diri dengan serius.
Terbaru, gelandang sarat pengalaman sekelas Joao Moutinho berhasil didaratkan. Moutinho yang telah tampil tiga kali bersama Portugal di Piala Dunia dan membantu skuat Selecao das Quinas juara Euro 2016, dikontrak dengan durasi dua tahun oleh Wolves.
"Saya sangat tidak sabar (tampil bersama Wolves). Pengalaman baru, dengan klub yang luar biasa, saya harap dapat membawa klub ini berprestasi dan membantu klub ini dengan kemampuan saya," ungkap Moutinho dalam wawancaranya dengan Wolves TV.
"Saya juga yakin dapat membawa Wolves memenangi banyak pertandingan liga. Mental untuk memenangi setiap laga yang saya miliki, akan saya gunakan untuk membantu klub ini bicara banyak di ajang Premier League, meski memang meraih kemenangan di Premier League ini tidak mudah," sesumbarnya.
Joao Moutinho, pesepakbola biasa yang bergemilang gelar
Moutinho memang bukan pemain papan atas yang bermain untuk klub-klub Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, atau pun Bayern Munchen. Kendati demikian, bukan berarti dirinya tak bisa merasakan berbagai gelar juara.
Memulai karier bersama Sporting Lisbon pada 2005, Moutinho telah memenangkan banyak trofi. Bila dihitung, pemain 31 tahun itu telah memiliki 14 piala, yang terdiri dari Ligue 1, Primera Liga, Super Cup, Piala Eropa, dan UEFA Europa League.
Bergabungnya Joao Moutinho ke Wolves menjadikan klub promosi itu semakin beraroma Portugal. Sebelumnya telah ada para pemain seperti Diogo Jota, Ivan Cavaleiro, Helder Barbosa, Roderick Miranda, hingga Ruben Neves.
Sosok di balik aroma Portugal di Wolves
"Kenapa Wolves ya banyak sekali pemain Portugal di Wolves? pelatihnya Nuno Espírito Santo pun juga dari Portugal."
Apakah pertanyaan semacam itu muncul di benak Anda? jika iya, itu sangat wajar.
Untuk klub yang berasal dari Inggris, Wolves bisa dibilang sangat berbau Portugal. Terbukti dari pelatih Nuno Espirito Santo yang memimpin tim, lalu ada para pemain Portugal yang banyak bermain di sana. Jika ditotal, ada delapan pemain berdarah Portugal, termasuk Joao Moutinho dan kiper andalan Portugal, Rui Patricio.
Dominasi Portugal di tubuh Wolves tak bisa lepas dari peran salah satu penasehat baru Wolves. Ya, siapa lagi kalau bukan Jorge Mendes.
Pria asal Portugal yang sekaligus menjadi agen pemain top Eropa itu didapuk menjadi penasehat klub pada 2016. Sebagai langkah awal, ia memboyong Nuno Santo terlebih dahulu.
Berita Terkait
-
5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari
-
Bukan Cuma Wangi! Ini Cara Memilih Parfum Sesuai Kepribadian biar Karaktermu Makin Memikat
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara
-
Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi
-
Ditengah Kelangkaan, Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026
-
TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
-
The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak