Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono angkat bicara terkait banyaknya penilian terhadap keputusan Komite Disiplin (Komdis) yang dinilai tidak transparan. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang wajar.
Sebagaimana diketahui, sudah banyak klub dan pemain yang mendapat sanksi dari Komdis PSSI. Tidak sedikit dari mereka yang merasa diperlakukan tidak adil atas keputusan yang dikeluarkan Komdis tersebut.
Jokdri --sapaan akrab Joko Driyono-- menilai, adanya pro dan kontra soal keputusan Komdis PSSI adalah hal yang wajar. Oleh karena itu menurutnya, PSSI juga menyiapkan Komite Banding bagi siapa pun yang merasa diperlakukan tidak adil.
Lelaki asal Ngawi itu menjelaskan, seluruh keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis sudah sesuai dengan aturan. Menurutnya, keputusan dikeluarkan usai melihat referensi serta fakta yang ada di lapangan.
"Badan peradilan ada dua, (yaitu) banding dan disiplin. Kalau disiplin memutus atas keyakinan dari semua referensi kejadian yang dimiliki, ketidakpuasan hal itu bisa diproses melalui banding. Hal yang disampaikan memang menjadi kewajaran adanya pro dan kontra," kata Jokdri dalam salah satu acara PSSI, baru-baru ini.
"Ketidakpuasan dan seterusnya, enggak ada niat lain kecuali Komdis (ingin) menerapkan kode disiplin yang ada. Kami mengukur tingkat kesalahan dengan keyakinan memutuskan yang terbaik," tambahnya.
Hukuman yang dikeluarkan Komdis PSSI sendiri sejauh ini beraneka ragam. Salah satunya adalah denda uang dan sanksi larangan bermain. Itu semua tergantung dari pelanggaran yang dilakukan.
Berita Terkait
-
Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter
-
John Herdman Incar Juara FIFA ASEAN Cup, Panggil Pemain Terbaik Timnas Indonesia
-
Bukan GBK, Ini Pertimbangan PSSI Jadikan Pakansari Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Klub yang Prioritaskan Pemain Lokal di Super League akan Dapat Bonus dari I.League
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
John Herdman Pasang Misi Besar! Timnas Indonesia Harus Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
-
Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial