Suara.com - UEFA sekali lagi membuat terobosan di dunia sepakbola. Badan sepakbola tertinggi Eropa itu siap menggelar UEFA Nations League yang siap dihelat, yang berfungsi untuk menggantikan laga-laga uji coba internasional yang tidak kompetitif. Singkatnya, UEFA kini menyajikan liga di tahun-tahun tanpa turnamen sepakbola (Piala Eropa dan Piala Dunia).
Sebagaimana dilansir laman resmi UEFA, UEFA Nations League akan melibatkan total 55 negara yang bernaung di bawah UEFA. Ya, alih-alih laga uji coba yang terkesan hambar, UEFA dan asosiasinya menginginkan sepakbola internasional yang lebih berkelas dan kompetitif.
Sebagai informasi, agenda UEFA Nations League ini sudah digodok UEFA sejak 2011 lalu dan baru terwujud pada 2018 ini.
Secara umum, UEFA Nations League akan diikuti 55 timnas Eropa yang bakal dibagi dalam empat divisi liga (A, B, C, dan D). Pada edisi pertama, UEFA bakal membagi liga dengan berdasar peringkat UEFA per November 2017 hingga Piala Dunia 2018 berakhir.
Setiap divisi liga kembali dibagi menjadi empat grup dengan masing-masing grup diisi tiga atau empat tim. Sistem promosi - degradasi digunakan setelah fase grup edisi pertama kompetisi rampung digelar. Empat tim akan degradasi dari liga A ke B, B ke C, dan C ke D. Demikian sebaliknya berlaku mengenai format tim-tim yang bakal promosi.
Kompetisi ini sendiri akan digelar setiap dua tahun sekali. Maka, UEFA Nations League berikutnya akan digelar pada musim 2020/2021. Pertanyaan selanjutnya, apakah kompetisi tersebut akan mempengaruhi kualifikasi Piala Eropa 2020?
Jawabannya, ya dan tidak. Para peserta Piala Eropa 2020 juga tetap harus melalui kualifikasi, yang tergabung dalam 10 grup yang dimulai pada Maret 2019. Juara dan runner-up tiap grup akan lolos otomatis sehingga diperoleh 20 tim. Nah, empat tim tersisa akan ditentukan lewat sistem playoff berdasarkan penampilan mereka di UEFA Nations League.
Empat juara grup dari masing-masing liga akan bertempur di babak playoff pada 26-31 Maret 2020. Apabila tim-tim tersebut sudah lolos lewat jalur kualifikasi, maka tempat mereka akan digantikan oleh tim dengan performa terbaik di masing-masing liga di UEFA Nations League.
Pembagian liga dan grup UEFA Nations League:
Baca Juga: Akui Musim Lalu Tampil Buruk, Morata Yakin Bangkit Musim Ini
Liga A
Grup A1: Jerman, Prancis, Belanda.
Grup A2: Belgia, Swiss, Islandia.
Grup A3: Portugal, Italia, Polandia.
Grup A4: Spanyol, Inggris, Kroasia.
Liga B
Grup B1: Slovakia, Ukraina, Republik Ceko.
Grup B2: Rusia, Swedia, Turki
Grup B3: Austria, Bosnia, Irlandia Utara.
Grup B4: Wales, Republik Irlandia, Denmark.
Liga C
Grup C1: Skotlandia, Albania, Israel.
Grup C2: Hungaria, Yunani, Finlandia, Estonia.
Grup C3: Slovenia, Norwegia, Bulgaria, Siprus.
Grup C4: Romania, Serbia, Montenegro, Lithuania.
Liga D
Grup D1: Georgia, Latvia, Kazakhstan, Andorra.
Grup D2: Belarusia, Luksemburg, Moldova, San Marino.
Grup D3: Azerbaijan, Kepulauan Faroe, Malta, Kosovo.
Grup D4: Makedonia, Armenia, Liechtenstein, Gibraltar.
Peraturan UEFA Nations League
Demi menciptakan kompetisi atau liga yang bonafit, UEFA butuh tujuh tahun untuk mendiskusikan konsep UEFA Nations League. Kini, setelah pertimbangan matang, beberapa peraturan ditentukan untuk membuat liga yang kompetitif. Berikut di antaranya:
- Masing-masing liga dibagi berdasarkan nilai koefisien UEFA negara-negara peserta
- Setiap tim bertemu dua kali dalam format kandang/tandang.
- Empat tim yang menjadi pemuncak grup berhak promosi ke liga di atasnya di edisi 2020/2021.
- Empat tim yang berada di dasar klasemen akan terdegradasi ke liga di bawahnya di edisi 2020/2021.
- Liga A dan B terdiri atas empat grup yang berisikan tiga tim.
- Liga C terdiri atas satu grup yang berisikan tiga tim dan tiga grup lainnya empat tim.
- Liga D terdiri dari empat grup yang berisikan empat tim.
- Peringkat keseluruhan UEFA Nations League akan menentukan komposisi pot undian kualifikasi Piala Eropa 2020.
- UEFA Nations League akan memberikan kesempatan lain untuk lolos ke Piala Eropa 2020, empat tim yang menang di UEFA Nations League akan otomatis tampil di laga play-off.
Jadwal UEFA Nations League
Laga pertama UEFA Nations League edisi pertama ini akan mempertemukan Kazakhstan kontra Georgia pada Kamis (6/9/2018) malam WIB. Sementara partai besar pertama mempertemukan Jerman versus Prancis pada Jumat (7/9/2018) dini hari WIB. Fase grup ini sendiri rencananya akan dituntaskan pada bulan November tahun ini.
Setelahnya, keempat juara grup liga A akan bertemu di semifinal yang dihelat pada Juni 2019 mendatang, untuk mencari sang juara perdana kompetisi UEFA Nations League.
Jadwal pertandingan UEFA Nations League pekan ini:
Kamis, 6 September 2018
Liga D
Grup 1: Kazakhstan vs Georgia, 21.00 WIB
Grup 2: Armenia vs Liechtenstein, 23.00 WIB
Jumat, 7 September 2018
Liga A
Grup 1: Jerman vs Prancis, 01.45 WIB
Liga B
Grup 1: Republik Ceko vs Ukraina, 01.45 WIB
Grup 4: Wales vs Republik Irlandia, 01.45 WIB
Liga C
Grup 3: Slovenia vs Bulgaria, 01.45 WIB
Grup 3: Norwegia vs Siprus, 01.45 WIB
Liga D
Grup 1: Latvia vs Andorra, 01.45 WIB
Grup 4: Gibraltar vs Makedonia, 01.45 WIB
Grup 3: Azerbaijan vs Kosovo, 01.45 WIB
Sabtu, 8 September 2018
Liga A
Grup 3: Italia vs Polandia, 01.45 WIB
Grup 2: Swiss vs Islandia, 23.00 WIB
Liga B
Grup 2: Turki vs Rusia, 01.45 WIB
Grup 3: Irlandia Utara vs Bosnia, 20.00 WIB
Liga C
Grup 1: Albania vs Israel, 01.45 WIB
Grup 4: Lithuania vs Serbia, 01.45 WIB
Grup 4: Rumania vs Montenegro, 01.45 WIB
Grup 2: Finlandia vs Hungaria, 23.00 WIB
Liga D
Grup 3: Kepulauan Faroe vs Malta, 01.45 WIB
Grup 2: Belarusia vs San Marino, 23.00 WIB
Minggu 9 September 2018
Liga A
Grup 4: Inggris vs Spanyol, 01.45 WIB
Liga C
Grup 2: Estonia vs Yunani, 01.45 WIB
Liga D
Grup 2: Luksemburg vs Moldova, 01.45 WIB.
Berita Terkait
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Buntut Kartu Merah dan Penalti yang Ditolak, Barcelona Kembali 'Serang' UEFA!
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Timnas Indonesia Diambang Sejarah Jelang Hadapi Bulgaria di GBK
-
Finalissima 2026 Batal karena Perang AS - Israel dan Iran, Begini Respons Lionel Messi
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid, Luis de la Fuente: Kualitas Teknis Bukan Penentu
-
Profil Stadion Arrowhead: Markas NFL Paling Berisik yang Siap Sambut Argentina di Piala Dunia 2026
-
Kontroversi Skuad Inggris di Piala Dunia 2026: Opta Bongkar Alasan Logis Keputusan Thomas Tuchel
-
Tak Lolos Liga Champions, Chelsea Terancam Kehilangan Cole Palmer
-
Sembuh dari Cedera, 2 Bintang PSG Kembali Berlatih Jelang Final Liga Champions Lawan Arsenal
-
Persiapan Piala AFF 2026: TC Timnas Indonesia Resmi Digelar di Jakarta
-
Kata-kata Nathan Tjoe-A-On yang Sukses Bantu Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Paul Munster Tegaskan Tetap Tangani Bhayangkara FC Musim Depan
-
AS Roma Resmi Perpanjang Kontrak Mario Hermoso dan Permanenkan Donyell Malen
-
Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi