Suara.com - Pelatih PSMS Medan, Peter Butler, optimistis timnya mampu meraih poin demi poin di Liga 1 2018 dan terhindar dari jerat degradasi. Pernyataan ini terlontar dari mulut Butler jelang laga PSMS kontra Persela Lamongan di laga pekan ke-23, Jumat (21/9/2018) sore ini pukul 15.30. PSMS akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Teladan.
"Tentunya kami harus tetap optimistis. Kami akan terus berjuang dengan keras agar secepatnya bisa menjauh dari zona degradasi," ucap Butler seperti dimuat ANTARA.
Butler mengatakan, untuk bisa keluar dari zona merah, dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan, terutama para suporter. Menurut pelatih asal Inggris itu, dukungan tersebut akan menjadi semangat tambahan bagi anak-anak asuhnya untuk menjalani laga demi laga ke depannya.
PSMS sendiri saat ini masih terpuruk di dasar klasemen Liga 1 2018. Tim Ayam Kinantan baru mengoleksi 20 poin dari 22 pertandingan yang telah mereka mainkan.
"Saya selalu optimistis dan selalu yakin kalau kita bisa menghindari degradasi di akhir musim nanti. Tetapi di situasi sekarang, kita harus jujur ini sangat sulit. Sekarang kita harus dapat poin di kandang dan di luar tandang. Tapi kalau ditanya, saya selalu optimis. Kita harus sungguh-sungguh dan kerja keras," celoteh Butler.
"Melawan Persela, saya tahu mereka memiliki banyak pemain berbahaya. Tapi saya optimis dan sangat yakin pertandingan bisa kami menangkan. Semua pemain harus main maksimal kalau ingin menang. Yang penting tetap kompak dan optimistis," tandas eks juru taktik Persipura tersebut.
Berita Terkait
-
Suporter Rusuh Lagi! Sanksi Komdis PSSI Tak Efektif, Sampai Kapan Sepak Bola Indonesia Begini?
-
Kendal Tornado FC Menggila di Laga Pamungkas, Stefan Keeljes Puji Performa Pemain
-
Gelandang Asal Brasil Ini Mendadak Galau Bersama Kendal Tornado FC, Ini Penyebabnya
-
Cerita Pemain Jepang Yusuke Sasa Main di Tangerang, Depok hingga Jadi Mualaf di Bogor
-
Bima Sakti: Saya Tidak Pikir Panjang Terima Ini
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Mau Jersey Legendaris Pele saat Final Piala Dunia 1958? Cukup Siapkan Uang Segini
-
FIFA Harus Bertindak! Pemain Timnas Putri Palestina Diseret Israel ke Penjara
-
Belanda Takluk dari Aljazair, Alaram Bahaya De Oranje Jelang Piala Dunia 2026
-
Lepas Bek Layvin Kurzawa, Persib Bandung Ucap Pesan Menyentuh
-
Mengejutkan! Mirza Mustafic Tinggalkan Bali United, Ekspatriat Kedua yang Hengkang
-
Bawa Nama PSIM Yogyakarta, Rahmatzoda Merasa Terhormat Kembali ke Timnas Tajikistan
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko
-
Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia
-
Egy Maulana Vikri Tak Pilih-pilih Ajang, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF atau FIFA Matchday
-
Bukan Lagi Kuda Hitam! Revolusi Taktik dan Generasi Emas Jadikan Maroko Penantang Juara Piala Dunia