Suara.com - Manajemen Sriwijaya FC menyayangkan sikap PSSI selaku induk sepak bola tanah yang tidak melibatkan manajemen dalam proses pemanggilan pemain untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Sikap tersebut dinilai tidak menghargai manajemen.
Hal itu diungkapkan asisten manajer Sriwijaya FC Ahmad Haris menyusul pemanggilan dua pemain, Marckho Marauje dan Teja Paku Alam.
Pemanggilan tersebut dilakukan melalui telepon. PSSI menghubungi langsung pemain bersangkutan dan baru mengirim surat pemanggilan kepada klub. Untuk pemanggilan Marauje dan Teja Paku Alam, Sriwijaya FC mengaku belum menerima surat.
"Ada isu yang sudah tersebar bahwa ada dua pemain Sriwijaya FC dipanggil untuk memperkuat Timnas. Isu pemanggilan tersebut bukan manajemen yang diberitahu terlebih dahulu tetapi sang pemain lah yang langsung dihubungi melalui telepon, hal ini sangat disayangkan tolong jangan ke pemain dulu dihubungi tetap melalui klub terlebih dulu," kata Ahmad Haris, di Palembang, Senin (15/10/2018).
"Surat resmi mungkin nanti pasti masuk, tetapi kalau belum pasti seperti ini, kami selaku manajemen tidak akan kita kasih. Karena sejak awal kompetisi lalu ada kesepakatan bahwa, satu tim itu hanya diperbolehkan dua pemain saja. Sementara pemain SFC sendiri sudah ada dua pemain yang dipanggil yakni, Zulfiandi dan Beto. Jadi tolong lah PSSI hormati kami yang selama ini mengeluarkan uang untuk menggaji mereka, pastinya kami sangat memerlukan tenaga mereka untuk pertandingan selanjutnya," jelasnya.
Ia menambahkan, selain itu juga stok pemain Sriwijaya FC sendiri saat ini sangat terbatas ditambah ada beberapa pemain yang mengalami cedera.
"Bukan tidak ada dampak pemain dipanggil timnas pasti ada dampaknya seperti pada saat pemain tersebut cedera balik ke kita (SFC) untuk pengobatannya, sampai saat ini tidak ada kejelasan kalau pemain tersebut cedera," tegasnya.
Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC Subangkit enggan menanggapi masalah ini.
"Gak komen lah masalah itu, kemarin sudah meminta tetapi hasilnya nihil," pungkasnya. (Andhiko Tungga Alam)
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Baca Juga: Bantah Mengancam, PSSI Sebut Pemanggilan Pemain Sesuai Regulasi
Tag
Berita Terkait
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Bunga Cuma 1,8%! BRI KKB Expo Hadir di 131 Titik, Wujudkan Mimpi Punya Kendaraan Baru
-
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi