Suara.com - Mantan Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade membeberkan alasan mengapa tim berjuluk Macan Kemayoran itu menggunakan warna kuning di kualifikasi Liga Champions Asia 2019 melawan Home United beberapa waktu lalu.
Tidak hanya melawan Home United, Persija berpeluang kembali menggunakan jersey warna kuning saat menghadapi Newcastle Jets dalam lanjutan kualifikasi Liga Champions Asia 2019 pada 10 Februari mendatang. Itu karena warna kuning khusus untuk pertandingan tandang.
Penggunaan warna kuning di jersey Persija banyak mendapat kritikan terutama dari suporter Jakmania. Sebab, warna kuning sama sekali tidak pernah digunakan oleh Pasukan Ibu Kota.
Gede akhirnya membeberkan semuanya. Bukan tanpa alasan, warna kuning ternyata memiliki arti sendiri saat para pemain Persija mengenakannya.
"Warna sakral Persija itu merah, oranye, dan putih, dan itu dipakai di pertandingan sakral Persija, yaitu pertandingan liga dan akan diluncurkan pada April mendatang. Sementara untuk pramusim, yang sakral hanya satu, yaitu merah untuk laga kandang. Jadi, saya harus mencari warna lain," kata Gede.
"Saya kemudian mencari informasi mengenai warna yang saya butuhkan untuk kehangatan karena Persija memainkan pertandingan kualifikasi Liga Champions Asia di luar negeri terus. Jadi, saya mencari warna yang mencerminkan kehangatan, kebersamaan, kejayaan, dan itu semua ada di warna kuning," tambahnya.
Gede menjelaskan para pemain tidak ambil pusing terkait warna kuning itu. Bahkan, Bambang Pamungkas Cs terlihat senang dengan warna baru tersebut.
"Mereka senang. Kuning itu bagus sekali. Selain karena waktunya yang mepet, saya meminta sponsor kami, yaitu Specs, untuk melakukan desain baru hanya dua warna, merah untuk kandang dan tandang saya pilih kuning," pungkasnya.
Baca Juga: Yamashita Optimistis Segera Dikontrak Persib
Berita Terkait
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
Alexander Jeremejeff Blak-blakan Terima Tawaran Persija Jakarta
-
Breaking News! Persija Jakarta Punya Mesin Gol Baru, Alexander Jeremejeff
-
Shin Tae-yong Puas Persija Kalahkan Police Tero, tapi Ada Satu Masalah yang Masih Mengganjal
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi
-
Urutan Pemakaian Serum Eksfoliasi AHA BHA dan Moisturizer agar Tidak Iritasi
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat