Suara.com - Timnas Indonesia U-16 berhasil menang pada dua laga awal yang sudah dijalani di Piala AFF U-15 2019 yang berlangsung di Thailand. Pertama, timnas Indonesia U-16 berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor 2-0, lalu melibas Singapura 3-0.
Tentu, hasil ini sangat positif bagi Garuda Asia --julukan timnas U-16--. Peluang mereka untuk lolos ke semifinal akan sangat terbuka.
Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti selalu bersyukur atas kemenangan yang diraih anak asuhannya pada setiap pertandingan. Ia akan selalu menjaga anak asuhnya agar tetap rendah hati.
Sebab, perjalanan Pasukan Merah Putih terbilang panjang. Berikutnya, timnas Indonesia U-16 sudah ditunggu oleh lawan kuat lainnya Timor Leste, Rabu (31/7/2019).
"Alhamdulillah kita mendapatkan kemenangan. Tapi ada catatan yang harus kita perbaiki ke depan dan saya selalu ingatkan kepada pemain untuk tidak sombong karena pertandingan selanjutnya melawan Timor Leste akan lebih berat," kata Bima dikutip dari laman resmi PSSI.
Soal persiapan melawan Timor Leste, tidak banyak yang bisa dilakukan. Ia hanya akan fokus melakukan recovery terhadap para pemain-pemainnya.
"Seperti biasa, kami akan fokus pemulihan. Semoga anak-anak tetap bisa fit dan menjaga konsistensinya. Kita akan terus fight memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," ia menambahkan.
Sementara itu, gelandang timnas Indonesia U-16, Marselino Ferdinan, mengungkapkan sangat senang bisa membantu Timnas U-16 mendapat dua kemenangan pada dua laga awal Piala AFF U-15 2019 di Thailand. Ia berjanji akan bermain lebih maksimal lagi untuk pertandingan selanjutnya.
"Senang sekali bisa memberikan gol untuk tim. Tapi gol-gol tersebut hasil dari kerja keras semuanya, teman-teman pemain, pelatih dan ofisial," ujar Marselino.
Baca Juga: Bekuk Myanmar, Timor Leste Rebut Posisi Puncak dari Timnas Indonesia U-16
"Saya juga selalu menanamkan pesan dari Coach Bima bahwa nggak ada satu atau dua pemain hebat di tim ini, tapi yang ada adalah tim hebat, yang siap berjuang untuk bangsa dan negara," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?
-
Personel Band Massive Attack Dicekal Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
-
Pajak di Tangan yang Tepat, Warga Singapura Dapat Rp 4,2 Juta Per Bulan Imbas Harga Minyak Naik
-
Kok Aneh? Laga Vietnam vs Singapura Gunakan VAR tapi Wasit Tak Datang ke Stadion
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
-
Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI
-
Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape
-
Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran
-
Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah
-
Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026
-
Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus
-
Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000