Suara.com - Bhayangkara FC telah resmi menunjuk Paul Munster sebagai juru racik baru. Namun, mantan pelatih timnas Vanuatu itu belum memimpin Bhayangkara FC saat berhadapan dengan Persebaya Surabaya di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (31/8/2019).
Direktur teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, yang sekaligus menjadi pelatih sementara mengatakan Paul Munster sudah hadir di Stadion Patriot, pada pertandingan tersebut. Namun, Paul menolak memberikan arahan pada laga tersebut karena ingin melihat tim lebih dahulu.
Pelatih berusia 37 tahun tersebut lebih memilih menyaksikan pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Bhayangkara FC dengan skor 0-2 itu, dari tribune VIP. Tidak ada arahan sama sekali yang dilakukan oleh Munster di laga tersebut.
Yeyen memaklumi keinginan Paul. Sebab, Paul tidak ingin ambil risiko di laga melawan Persebaya karena belum tahu karakter pemain-pemain yang ia bakal asuh.
"Paul dia sangat sopan karena tahu baru datang jadi dia pantau dari atas tidak mau terlibat terlalu jauh. Dia bilang di awal gak ada interupsi ke bawah," kata Yeyen Tumena di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (31/8/2019).
"Bahkan saat meeting saya undang dia mendengar motivasi sebelum babak pertama dimulai dan saya undang datang ke dalam. Tapi, ketika pertandinggan dia sampaikan saya tidak akan turun ke bawah karena lihat dari atas view bagus," jelasnya.
Lebih lanjut, Yeyen apresiasi keinginannya Paul tersebut. Menurutnya, sang pelatih punya cara tersendiri dalam hal adaptasi atau pendekatan.
"Dia harus kenal dulu pemain makanya ketika setelah ini dia akan bawa tim pemain untuk kenal pribadi masing-masing sebelum masuk lapangan. Jadi dia punya cara mendekatkan diri ke tim untuk adaptasi," pungkasnya.
Baca Juga: 5 Berita Bola Hits: Cerita Penabuh Genderang, Bhayangkara Ditekuk Persebaya
Berita Terkait
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
-
Bojan Hodak Murka! Desak Bhayangkara FC Minta Maaf ke Marc Klok Soal Tuduhan Rasisme
-
Usai Cetak Assist Brilian, Layvin Kurzawa Dapat Pujian Selangit dari Bojan Hodak
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dulu Main Tanpa Alas Kaki, Ismael Diaz Kini Targetkan Panama Permalukan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Tanpa Gnabry Jerman Andalkan Lennart Karl: Ekspektasi dan Penyelamat Jerman di Piala Dunia 2026
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Fabio Lefundes Bongkar Kunci Comeback Borneo FC! Pergantian Pemain Jadi Mimpi Buruk Bali United
-
Jadwal Pekan 33 BRI Super League: Kandidat Juara Persib dan Borneo FC Temui Lawan Tangguh
-
Perjalanan Ajaib Fares Ghedjemis Lawan Keraguan Klub Hingga Jadi Pahlawan Timnas Aljazair
-
Jelang Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-17 vs Jepang, Kurnawan: Keajaiban Harus Kita Ciptakan!